BeeHive Drone Indonesia Wakili Indonesia ke Final Dunia Imagine Cup 2018

Cahyandaru Kuncorojati    •    Jumat, 06 Apr 2018 14:40 WIB
microsoft imagine cup
BeeHive Drone Indonesia Wakili Indonesia ke Final Dunia Imagine Cup 2018
Direktur Utama Microsoft Indonesia Haris Izmee dan tim BeeHive Drone.

Jakarta: Pelajar Indonesia asal kampus University of Manchester yang beberapa waktu lalu keluar sebagai juara Microsoft Imagine Cup 2018 Indonesia, dan berlaga di tahap Asia Pasifik kini menorehkan prestasi baru.

Tim BeeHive Drone asal Indonesia berhasil masuk dalam daftar tujuh finalis yang berhasil menjuarai final regional Asia Pasifik Imagine Cup 2018. Keberhasilan ini turut membuat Indonesia bisa tampil di final dunia Imagine Cup 2018 yang akan diadakan di Seattle, Amerika Serikat bulan Juli mendatang.

Seperti yang sudah diketahui, tim BeeHive Drone mengembangkan proyek bernama Beehive Drones Agriculture yang memanfaatkan teknologi drone untuk bidang pertanian di Indonesia.

Proyek tersebut merupakan sistem drone yang dikembangkan dan bisa diakses lewat aplikasi mobile untuk memantau serta mengolah informasi kegiatan pertanian seakurat mungkin.

Dalam final dunia Imagien Cup 2018 nanti BeeHive Drone dan peserta lainnya akan bertemu dengan tim lain, tidak kurang ada 50 tim pelajar dari seluruh dunia yang akan memperebutkan hadiah utama sebesar USD100.000 (Rp1,3 miliar) serta mengikuti program bimbingan dari CEO Microsoft Satya Nadella dan dukungan Microsoft Azure.

"Kami sangat senang Tim BeeHive Drone dapat menjadi salah satu finalis dari Asia Pasifik yang akan berlaga di Final Dunia Imagine Cup 2018. Kami sangat bersemangat melihat bagaimana tim ini mempersiapkan diri mereka menuju final dunia dan berkolaborasi dengan teknologi Microsoft," ungkap Direktur Utama Microsoft Indonesia Haris Izmee.

Dalam laga final regional Asia Pasifik Imagine Cup 2018, tim PINE dari Malaysia keluar sebagai pemenang, mengalahkan 14 tim dari berbagai negara. Juara kedua dan ketiga dimenangkan oleh tim BeeConnex dari Thailand dan tim 7X dari Singapura.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.