Tiongkok Putuskan Rantai Penyelundupan iPhone

Lufthi Anggraeni    •    Sabtu, 31 Mar 2018 09:07 WIB
apple
Tiongkok Putuskan Rantai Penyelundupan iPhone
Badan berwenang Tiongkok berhasil menangkap penyelundupan iPhone menggunakan drone di perbatasan dengan Hong Kong.

Jakarta: Badan hukum Tiongkok meringkus rantai penyelundup yang memanfaatkan drone untuk mendistribusikan Apple iPhone bernilai USD80 juta (Rp1,09 triliun) dari Hong Kong ke Tiongkok. Insiden ini merupakan pertama kalinya drone berperan untuk penyeludupan operasi di batas negara.

Drone digunakan untuk menerbangkan tas, masing-masing berisi lebih dari 10 unit iPhone refurbish. Menggunakan penutup berwarna gelap, kelompok berjumlah 26 orang menerbangkan drone setelah tengah malam dengan misi yang membutuhkan waktu singkat untuk dapat diselesaikan.

Kala itu, penyelundup tersebut mampu menerbangkan sebanyak 15.000 iPhone melalui batas. Dalam operasi tersebut, salah satu drone digunakan tertangkap kamera dan terpotret oleh kamera pengawas. Sementara itu, Tiongkok merupakan produsen drone terbesar untuk pasar konsumen.

Saat ini, Tiongkok juga dilaporkan tengah berupaya menentukan regulasi terkait penggunaan drone di negara mereka. Warga Tiongkok yang menerbangkan drone hingga bobot tertentu harus mendaftarkan pesawat tanpa awak tersebut kepada pemerintah.

Sementara itu, badan berwenang di Shenzhen mengaku pihaknya tengah mengawasi penggunaan metode berteknologi tinggi yang digunakan oleh penyelundup di wilayahnya.

Untuk melacak pendistribusian lintas perbatasan ilegal, badan berwenang di Tiongkok mengandalkan drone dan montor pengawas berdefinisi tinggi.

Penyelundup dilaporkan telah memasok iPhone ke Tiongkok dari Hong Kong selama beberapa waktu. Pada bulan Juni lalu, seorang perempuan tertangkap tangan membawa 102 perangkat iOS dari Hong Kong ke Tiongkok. Perangkat tersebut direkatkan ke badan sang perempuan, menjadikan tampilan proporsi badannya tidak seimbang.

Selain itu pada bulan Januari 2015 lalu, seorang laki-laki tertangkap badan berwenang merekatkan 94 iPhone ke badannya dan berusaha memasukan perangkat yang bernilai USD49.000 (Rp671,2 juta) ke Tiongkok dari Hong Kong. 


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.