Penasihat Keuangan Asal Inggris Tuntut Facebook, Kenapa?

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 24 Apr 2018 11:40 WIB
facebookcryptocurrency
Penasihat Keuangan Asal Inggris Tuntut Facebook, Kenapa?
Facebook dituntut karena membiarkan iklan penipuan cryptocurrency menggunakan nama seorang wartawan finansial.

Jakarta: Martin Lewis, seorang wartawan keuangan dan juga pendiri dari situs keuangan MoneySavingExpert.com, menuntut Facebook melalui Pengadilan Tinggi Inggris, menuduh media sosial raksasa itu atas pencemaran nama baik.

Lewis mengklaim, Facebook memasang lebih dari 50 iklan cryptocurrency yang menggunakan nama dan wajahnya untuk mengiklankan penipuan jual beli cryptocurrency

Dalam sebuah pernyataan, Lewis menyebutkan bahwa iklan yang menggunakan namanya biasanya mempromosikan skema menjadi kaya dengan kilat meski cara tersebut memiliki kemungkinan sukses yang sangat kecil.

Iklan itu menggunakan nama Martin dan memiliki tautan ke artikel yang mirip dengan artikel asli dari media ternama seperti BBC News

"Selama lebih dari satu tahun, saya telah meminta Facebook untuk berhenti membiarkan para penipu menggunakan nama dan wajah saya untuk menipu orang-orang yang riskan tertipu -- tapi penipuan itu terus berlanjut," kata Lewis, seperti yang dikutip dari The Verge.

"Saya merasa muak setiap kali saya mendengar ada korban yang tertipu karena mereka memercayai nama saya yang digunakan secara salah."

Mengingat popularitas bitcoin dan mata uang virtual lain, seagian orang telah tertipu dengan penipuan yang menjanjikan cara cepat menjadi kaya dengan melakukan jual beli Bitcoin.

Iklan-iklan seperti yang Lewis sebutkan menargetkan orang-orang yang memang mudah percaya pada penipuan tersebut. Masalahnya, semua orang bisa beriklan di Facebook asalkan mereka memiliki kartu kredit. 

Meskipun Lewis telah melaporkan iklan penipuan ini pada Facebook, dia berkata, Facebook masih membiarkan iklan baru yang menggunakan nama dan wajahnya, meski iklan lama telah dihapus.

Anehnya, Lewis masih bisa melihat iklan terkait cryptocurrency di Facebook, mengingat media sosial itu mengatakan mereka telah melarang semua iklan terkait cryptocurrency pada bulan Januari. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.