ITS Kirim Tim Spektronics Berlaga di Australia

Amaluddin    •    Sabtu, 17 Sep 2016 11:22 WIB
teknologi
ITS Kirim Tim Spektronics Berlaga di Australia
Tim Spektronics ITS yang akan berlaga di ajang Chemeca

Metrotvnews.com, Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kembali mengirimkan tim mahasiswanya untuk berlaga di ajang internasional.

Kali ini adalah Tim Spektronics ITS yang akan berlaga di ajang Chemeca yang diselenggarakan oleh Adelaide University, Australia, pada 25-28 September mendatang. 

Tim Spektronics ini merupakan tim chem-e-car pertama di Indonesia yang akan mengikutsertakan dua mobil di ajang tersebut. Yakni mobil Spektronics 11 dan Spektronics 12. Tiap tahun, mobil yang harus diikutsertakan dalam lomba harus berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. 

Tim Spektronics ITS sendiri telah berpartisipasi dalam kompetisi mobil chem-e-car ini sejak tahun 2010 lalu. Hingga saat ini, tim Spektronics ITS masih eksis dalam berkarya dan telah melahirkan total 12 mobil chem-e-car.

Manajer Tim Spektronics, Abdul Karim Amarullah, menjelaskan bahwa Chemeca merupakan salah satu kompetisi yang menantang pesertanya untuk merancang prototipe mobil berbahan bakar reaksi kimia. Dalam kompetisi tersebut, kecepatan dan daya tempuh bahan bakar tidak menjadi penilaian utama.

“Mereka menguji bagaimana kami mengontrol reaksi kimia untuk menempuh jarak tertentu dengan beban mobil tertentu pula,” ujar mahasiswa jurusan Teknik Kimia ini, dalam rilisnya, Jumat (16/9/2016).

Tim tersebut terdiri dari mahasiswa jurusan Teknik Kimia, Teknik Industri, dan Desain Produk. Mereka berharap bisa unggul dengan kedua mobil yang diikutsertakan dalam lomba tersebut. Abdul menegaskan bahwa keduanya memiliki spesifikasi yang berbeda.

Spektronics 11 unggul dengan mengusung konsep bahan bakar alumunium air battery yang menggunakan mekanisme stopping hidrogen peroksida dengan katalis besi (III) klorida. 



"Keunggulannya karena bahan bakarnya oksigen, sehingga tidak perlu repot mencari karena tersedia di alam. Selain itu, reaksinya tergolong sangat stabil dan memiliki tingkat keakuratan yang tinggi,” jelasnya.

Lain halnya dengan Spektronics 12, yang menggunakan konsep bahan bakar hidrogen peroksida yang reaksinya akan menghasilkan gas bertekanan tinggi. Gas tersebut yang akan mendorong piston dan menggerakkan mobil.

“Yang menarik adalah karena hasil reaksi Spektronics 12 sangat ramah lingkungan,” tambah Abdul.

Mahasiswa berdarah Riau ini mengaku timnya mampu menghadapi kesulitan berupa perbedaan kondisi selama di Indonesia dan Adelaide nanti. Sebab, kata dia, kondisi suhu, kelembaban, maupun lintasan yang berbeda akan berpengaruh pada reaksi kimia yang telah mereka rancang selama satu tahun persiapan tersebut.

“Guna mengantisipasinya, sebelum lomba, kami akan melakukan kalibrasi dan running test terlebih dahulu di Adelaide untuk menyesuaikan dengan reaksi yang kami buat,” tutur Abdul.
 


(MMI)

Video /