Yahoo Persulit Pengguna Lama untuk Pindah Akun?

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 11 Oct 2016 12:26 WIB
yahoo
Yahoo Persulit Pengguna Lama untuk Pindah Akun?
Yahoo mempersulit penggunanya untuk pindah ke layanan lain. (AFP PHOTO / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / JUSTIN SULLIVAN)

Metrotvnews.com: Yahoo mengakui sistemnya diretas pada akhir September lalu. Peretasan ini membuat data pribadi 500 juta pengguna bocor.

Di awal bulan Oktober ini, Yahoo menonaktifkan fitur forward email, yang memungkinkan pengguna secara aktif mengirimkan email yang masuk ke akun Yahoo ke akun email lainnya. 

AP merupakan pihak pertama yang melaporkan perubahan ini, mengutip pembicaraan dengan beberapa pengguna email Yahoo yang berusaha untuk menggunakan layanan email lain. Menurut TechCrunch, apa yang Yahoo lakukan jelas terlihat sebagai usaha mereka untuk mencegah penggunanya berpindah ke layanan email lain.

Yahoo menolak berkomentar tentang hal ini, dan justru mengarahkan untuk membuka halaman bantuan yang menjelaskan mengapa fitur forward tidak bisa digunakan.

"Fitur ini sedang dalam pengembangan. Karena itu, kami telah menonaktifkan fitur Mail Forwarding untuk sementara. Jika Anda sudah mengaktifkan fitur ini sebelum ini, maka email Anda akan secara otomatis terkirim ke alamat yang telah Anda buat," tulis Yahoo.

Hal ini berarti, pengguna yang telah mengaktifkan fitur forward sebelum Yahoo menonaktifkan fitur tersebut tetap dapat melakukan forward email tanpa masalah. Forward email adalah fitur dasar yang disediakan oleh semua penyedia layanan email besar. Fitur forward bukanlah sesuatu yang baru atau mengharuskan penyedia layanan untuk mematikan fitur ini jika mereka ingin "memperbaiki" fitur itu.

Yahoo tampaknya berusaha untuk mempersulit pengguna lama untuk pindah ke layanan lain. Dengan begitu, Yahoo tetap dapat mempertahankan pengguna aktif mereka. Tidak heran jika Yahoo ingin melakukan ini, mengingat perjanjian akuisisi dengan Verizon belum diselesaikan.

Kabar terbaru menyebutkan, Verizon ingin diskon senilai USD1 miliar (Rp13 triliun) karena adanya kabar buruk tentang Yahoo.


(MMI)

Oppo F7, Kamera Bagus Berkat Kecerdasan Buatan
Review Smartphone

Oppo F7, Kamera Bagus Berkat Kecerdasan Buatan

9 hours Ago

Oppo menghadirkan pengalaman menggunakan kamera dan hasil foto yang baik dan menyenangkan, berk…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.