Tidak Ikut Oppo dan Vivo, Xiaomi Punya Strategi Khusus untuk Indonesia

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 30 Aug 2017 16:03 WIB
xiaomi
Tidak Ikut Oppo dan Vivo, Xiaomi Punya Strategi Khusus untuk Indonesia
Pembukaan Mi Store di Tangerang, Rabu (30/8/2017)

Metrotvnews.com, Tangerang: Xiaomi bisa dikatakan mulai bergerak agresif di pasar Indonesia. Bekerjasama dengan Erafone, hari ini, Rabu (30/8/2017) mereka resmi membuka Authorized Mi Store baru di Summarecon Mall Serpong, Tangerang.

Ini adalah Mi Store kedua yang dibuka Xiaomi di Indonesia. Tidak hanya itu, Xiaomi juga masih berencana untuk membuka 15 Mi Store lainnya di Indonesia. Dilihat dari strategi pasarnya, Xiaomi memang agak berbeda dengan kompetitornya yang sama-sama berasal dari Tiongkok, yaitu Oppo dan Vivo.

Xiaomi lebih memilih untuk membuka toko resmi sendiri, sedangkan Oppo dan Vivo berlomba-lomba untuk menggaet pemain lokal dalam memasarkan produknya. Mengapa Xiaomi lebih memilih melakukan hal yang berbeda?

"Membuka Mi Store bagi kami bukan hanya soal penjualan. Bagi kami Mi Store adalah bagian dari 'brand' dan merupakan salah satu dari strategi global kami," ujar Head of Xiaomi South Pacific Region sekaligus COuntry Manager Xiaomi Indonesia, Steven Shi. "Hal tersebut sangat penting bagi kami."

Selain itu, Xiaomi ingin agar masyarakat Indonesia tahu, Xiaomi tidak hanya memproduksi ponsel. Shi mengatakan ponsel memang merupakan bisnis dengan nilai pendapatan tertinggi di Xiaomi. Di sisi lain, Xiaomi masih memiliki beragam produk lain mulai dari laptop, televisi, aksesori ponsel, bahkan hingga produk seperti sepeda dan peralatan rumah tangga. Semua produk Xiaomi tersebut nantinya bakal dikenalkan secara langsung melalui Mi Store. 

Shi juga menekankan, Xiaomi tidak melihat produsen ponsel lain sebagai kompetitor, namun sebagai peluang. Menurutnya, semakin banyak pemain di pasar akan memicu inovasi baru dan hal tersebut akan sangat baik bagi konsumen.

"Tantangan sebenarnya adalah bagaimana kami menaklukan diri sendiri dan terus berinovasi. Selama ini kami selalun menantang diri sendiri agar bisa menghadirkan yang terbaik untuk konsumen. Xiaomi sama sekali tidak melihat produsen ponsel lain sebagai pesaing," jelas Shi.

Saat ini Shi mengklaim jumlah penjualan unit smartphone Xiaomi menduduki peringkat ketiga di Indonesia. Sementara menurut IDC, Xiaomi berada di peringkat kelima. Peringkatnya dikatakan naik setelah Xiaomi merilis ponsel resmi di Indonesia. Sebelumnya, Xiaomi terkendala peraturan TKDN yang digulirkan pemerintah sehingga tidak bisa merilis ponsel resmi untuk beberapa waktu.


(MMI)

Penggemar Sejati Final Fantasy Boleh Main Dissidia Final Fantasy NT
Review Game

Penggemar Sejati Final Fantasy Boleh Main Dissidia Final Fantasy NT

21 hours Ago

Dissida Final Fantasy NT merupakan game sekaligus fan service bagi penggemar dan pengikut setia…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.