Peneliti Temukan Serangan Siber via Bluetooth

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 14 Sep 2017 10:25 WIB
cyber security
Peneliti Temukan Serangan Siber via Bluetooth
BlueBorne adalah eksploitasi berbasis Bluetooth. (Getty Images)

Metrotvnews.com: Armis Security telah menemukan kelemahan baru di komputer dan perangkat mobile yang membuatnya rentan akan serangan melalui Bluetooth.

Eksploitasi yang dinamai "BlueBorne" ini tidak memerlukan izin dari pengguna atau terhubung ke perangkat untuk mengeksploitasi sistem. Ia dapat terhubung ke perangkat dari jarak jauh dan mengakses jaringan perangkat atau bahkan memasang malware.

Armis telah mengungkapkan akan bahaya ini pada pihak-pihak yang bersangkutan pada bulan April. Namun, hingga saat ini, sebagian besar perangkat Android masih belum mendapatkan update untuk menutup celah keamanan ini, lapor Engadget

Ada beberapa versi sistem operasi mobile yang masih bisa diserang menggunakan eksploitasi ini. Seperti yang disebutkan oleh Armis, BlueBorne masih dapat menyerang perangkat yang menggunakan iOS versi 9.3.5 atau lebih lama. Namun, celah ini telah ditutup ketika Apple merilis iOS 10. Sementara itu, kemarin, Microsoft telah meluncukan update untuk semua versi Windows yang akan menutup celah tersebut. 

Sayangnya, karena sistem operasi Android digunakan oleh begitu banyak perusahaan dan tanggung jawab update jatuh ke pembuat smartphone, ada kemungkinan kelemahan ini belum ditutup. Google sendiri telah meluncurkan patch perlindungan untuk Android 7.0 Nougat dan 6.0 Marshmallow sebagai bagian dari update keamanan bulan September mereka. 

"Kami telah merilis update keamanan untuk masalah ini dan kami akan terus bekerja sama dengan platform lain yang juga terpengaruh untuk mengembangkan perlindungan untuk membuat pengguna tetap aman," ujar juru bicara Google. 

Menggunakan Bluetooth, penyerang memang bisa masuk ke sistem perangkat korban tanpa izin. Namun, BlueBorne akan dibatasi oleh pendeknya rentang sinyal Bluetooth. Selain itu, ia hanya akan memengaruhi perangkat yang Bluetooth-nya aktif. 


(MMI)

Penggemar Sejati Final Fantasy Boleh Main Dissidia Final Fantasy NT
Review Game

Penggemar Sejati Final Fantasy Boleh Main Dissidia Final Fantasy NT

13 hours Ago

Dissida Final Fantasy NT merupakan game sekaligus fan service bagi penggemar dan pengikut setia…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.