Pengguna Internet Juga Punya Hak dan Kewajiban

Lufthi Anggraeni    •    Minggu, 16 Dec 2018 17:12 WIB
teknologi
Pengguna Internet Juga Punya Hak dan Kewajiban
Pengguna internet sebagai warga digital tidak hanya punya hal, tapi juga kewajiban dalam menggunakan media sosial.

Jakarta: Kemajuan teknologi turut mendukung kemerdekaan masyarakat dalam memperoleh akses ke internet dan memanfaatkannya demi kemajuan diri dan bersama. Hal ini menimbulkan istilah kewargaan digital atau Digital Citizenship.

Sosiolog Universitas Indonesia Lugina Setyawati Setiono menyebut kewargaan digital ini tidak hanya menghadirkan hak bagi warganya terkait dengan akses internet, juga memberikan warga kewajiban yaitu menggunakan internet dengan bijak.

“Digital Citizenship artinya sama seperti kewarganegaraan pada umumnya. Masyarakat tidak hanya punya hak untuk mengakses internet, tapi juga berkewajiban untuk menggunakannya dengan bijak,” ujar Lugina di acara peresmian ForuMedsoSehat.

Untuk menggunakan internet termasuk media sosial dengan bijak, Lugina menyebut literasi digital saja tidaklah cukup. Hal ini juga perlu didukung oleh kemampuan menyaring informasi yang diperoleh dari berbagai sumber di dalam masing-masing individu.

Lugina menyebut, berdasarkan penelitian yang dilakukan Laboratorium Universitas Indonesia, permasalahan yang dimiliki masyarakat saat ini adalah kemampuan mengelola insiden berbeda dan menciptakan informasi dari insiden tersebut, dengan potensi kesalahaninformasi yang besar.

Sementara itu, menyoal peredaran berita palsu atau hoaks, saat ini masyarakat Indonesia masih dalam proses transisi menjadi masyarakat digital sepenuhnya. Karenanya, kepercayaan terhadap informasi yang diperoleh tanpa melakukan konfirmasi masih menjadi tantangan untuk literasi digital.

Pengguna media sosial dengan tingkat literasi lebih tinggi namun memilih mengabaikan atau menghapus informasi palsu, juga menjadi permasalahan dalam meningkatkan literasi digital di Indonesia.

Sebab, tindakan tersebut dijelaskan Lugina, tidak membantu menghentikan peredaran informasi tidak tepat. Tindakan ini juga dinilai tidak menunjukan tanggung jawab yang dimiliki pengguna media sosial tersebut sebagai warga digital.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.