Berlangganan Kaspersky Sekarang Bisa Pakai Pulsa

Lufthi Anggraeni    •    Jumat, 18 May 2018 20:25 WIB
cyber securitykaspersky
Berlangganan Kaspersky Sekarang Bisa Pakai Pulsa
Kaspersky menggandeng Melon dan Telkomsel metode pembayaran untuk berlangganan perlindungan Kaspersky for Android alternatif.

Jakarta: Kaspersky Lab mengumumkan metode alternatif untuk berlangganan Kaspersky for Android, dengan menggandeng penyedia konten digital bagian dari Telkom, Melon. Kerja sama ini ditujukan untuk mempermudah masyarakat untuk berinternet dengan lebih aman.

"Indonesia negara terbesar di Asia Tenggara dan penggunaan smartphone tinggi. Namun masyarakat masih belum aware soal proteksi di perangkat mobile. Mereka masih berpikir proteksi malware hanya pada PC," ujar General Manager South East Asia Kaspersky Lab Yeo Siang Tiong.

Kerja sama ini memungkinkan masyarakat berlangganan layanan perlindungan malware versi mobile karya Kaspersky Lab tersebut dengan menggunakan metode pembayaran via potong pulsa atau disebut sebagai Direct Carrier Billing (DCB).

Metode ini dapat diwujudkan karena Melon merupakan bagian dari Telkom dan Telkomsel, dan dinilai mampu menghadirkan kenyamanan lebih baik untuk masyarakat.

VP New Business Development Melon Indonesia Samuel May Ratifil menyebut umumnya untuk memiliki anti virus, masyarakat harus mengunjungi pusat perbaikan, yang menghabiskan waktu lama.

Melon menawarkan pilihan berlangganan Kaspersky for Android dalam versi per bulan dan per minggu. Untuk saat ini, layanan ini baru tersedia untuk pengguna layanan operator seluler Telkomsel.

Namun Samuel mengaku Melon Indonesia tidak menutup kemungkinan untuk bekerja sama dan menghadirkan layanan untuk pengguna operator lain, mengingat perusahaannya merupakan penyedia konten digital.

Disinggung soal perbedaan dengan layanan keamanan yang telah dihadirkan Google untuk perangkat Android, Territory Channel Manager Kaspersky Lab Indonesia Dony Koesmandarin mengklaim bahwa Kaspersky for Android menawarkan sejumlah fitur yang tidak dimiliki Google.

Fitur tersebut termasuk Anti-Theft, memungkinkan pengguna melacak ponsel yang hilang atau dicuri, dan menghapus data pada perangkat dari jarak jauh. Selain itu, layanan ini juga menyediakan kontak yang dapat dihubungi pengguna saat mengalami permasalahan dalam proses instalasi atau permasalahan lainnya.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.