Semua Pelamar Visa AS Bakal Diminta Akun Medsos?

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Sabtu, 31 Mar 2018 18:23 WIB
media sosialamerika serikat
Semua Pelamar Visa AS Bakal Diminta Akun Medsos?
Pelamar visa AS akan diminta untuk memberikan informasi soal akun media sosial mereka.

Jakarta: Amerika Serikat, di bawah pemerintahan Trump, mulai mengumpulkan rekam jejak media sosial dari orang-orang yang ingin mendapatkan visa untuk masuk ke Amerika Serikat. 

Departemen Dalam Negeri membuat usulan regulasi yang akan meminta pelamar visa memberikan informasi tentang akun Facebook dan Twitter mereka.

Mereka juga harus memberitahukan semua identitas media sosial yang mereka gunakan dalam lima tahun belakangan. BBC memperkirakan, usulan ini akan memengaruhi sekitar 14,7 juta orang. 

Informasi dari media sosial tersebut akan digunakan untuk mengidentifikasi dan menentukan apakah seseorang akan diberikan visa, baik visa untuk imigran atau non-imigran. 

Tidak hanya informasi media sosial, para pelamar visa juga akan diminta memberikan nomor telepon, alamat email dan rekam perjalanan mereka dalam waktu lima tahun ini. Mereka akan diminta memberitahukan apakah pernah dideportasi atau apakah keluarga mereka pernah ikut serta dalam kegiatan terorisme. 

Usulan ini tidak akan memengaruhi masyarakat dari negara-negara yang boleh masuk ke AS tanpa visa, seperti Inggris, Kanada, Prancis dan Jerman. Namun, warga dari negara-negara seperti India, Tiongkok dan Meksiko akan dipersulit usulan regulasi ini jika mereka ingin masuk ke AS, baik untuk bekerja atau untuk berlibur. 

Saat ini, pemerintahan AS hanya meminta informasi media sosial seseorang jika "informasi tersebut diperlukan untuk mengonfirmasi identitas atau untuk melakukan pengujian nasional yang lebih ketat", menurut peraturan yang disahkan pada bulan Mei lalu. 

Usulan yang mempersulit seseorang untuk masuk ke AS ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump berjanji mengimplementasikan "pengujian ekstrem" pada orang asing yang ingin masuk AS. Tujuannya adalah untuk melawan terorisme. 


(MMI)

ASUS Zenfone Max Pro M1, Pas untuk yang Suka Main Game Bareng
Review Smartphone

ASUS Zenfone Max Pro M1, Pas untuk yang Suka Main Game Bareng

5 hours Ago

Menjual daya tahan baterai yang awet dengan kebutuhan mobile gaming adalah perpaduan yang pas.

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.