Akuisisi GitHub, Microsoft Bisa Kuasai Ekosistem Software

Cahyandaru Kuncorojati    •    Senin, 04 Jun 2018 12:11 WIB
microsoft
Akuisisi GitHub, Microsoft Bisa Kuasai Ekosistem Software
Ilustrasi GitHub. (Medium.com)

Jakarta: Microsoft tahun depan tampaknya bisa berinovasi banyak hal dalam pengembangan perangkat lunak atau software apabila proses akuisisi platform GitHub rampung.

GitHub merupakan situs penyedia kode pemrogaman yang bersifat open source, sehingga biasa digunakan programer atau developer untuk berkolaborasi.

Meskipun begitu, tidak diketahui berapa besar angka tawaran akuisisi yang diajukan Microsoft. Pihak GitHub disebutkan menerima tawaran dari Microsoft karena merasa mengagumi visi dan misi yang dibawa CEO Microsoft Satya Nadella.

Kabarnya GitHub tetap akan megajukan penjualan saham kepada publik, tapi separuh dari sahamnya disiapkan untuk diakuisisi oleh Microsoft.

Tentu saja langkah ini akan membuat Microsoft lebih berkuasa di ekosistem software karena sifat GitHub yang berbasis open source mewadahi banyak sekali kode programing dan bisa menjadi sumber mencari programmer terbaik.

GitHub berdiri sejak tahun 2008, dan didirikan oleh Chris Wanstrath yang pada bulan Agustus lalu mengundurkan diri dari posisinya sebagai CEO. Banyak perusahaan besar seperti Apple, Amazon, Google, dan termasuk Microsoft yang berkontribusi menyumbangkan kode programing mereka ke GitHub.

Sementara Microsoft sendiri mulai terbuka terhadap sistem open source dalam pengembangan software sejak dipimpin Satya Nadella.

Sejauh ini GitHub sudah mewadahi 27 juta software developer yang mengerjakan 80 juta proyek coding atau pemrograman. Kabar terakhir menyebutkan bahwa GitHub memiliki valuasi sebesar USD2 miliar atau Rp27,7 triliun, dan dalam waktu dekat mereka akan mengumumkan peresmian akuisisi oleh Microsoft.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.