Ganti Nama Jadi Galaxy, Samsung Pakai Wear OS?

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 11 Jul 2018 13:03 WIB
samsung
Ganti Nama Jadi Galaxy, Samsung Pakai Wear OS?
Smartwatch Samsung biasanya menggunakan Tizen sebagai OS.

Jakarta: Sejak 2014, Samsung menggunakan merek Gear untuk lini smartwatch mereka. Namun, tahun ini, mereka mungkin akan mengganti smartwatch dengan merek yang lebih dikenal masyarakat: Galaxy.

Rumor ini muncul ketika SamMobile menemukan dokumen trademark di Korea Selatan tentang logo untuk "Samsung Galaxy Watch", sebuah produk yang saat ini tidak ada.


Sementara sebelum itu, seorang leaker di Twitter juga menyebutkan bahwa smartwatch baru Samsung juga mungkin akan menggunakan nama Galaxy, lapor The Verge.

Keputusan Samsung untuk menggunakan nama Galaxy untuk smartwatch masuk akal, mengingat merek Galaxy lebih dikenal oleh masyarakat. Tidak hanya itu, bagi Samsung, nama Galaxy selalu identik dengan Android.

Sejak 2015, smartwatch Gear menggunakan sistem operasi smartwatch buatan Samsung sendiri, yaitu Tizen OS.

Jika Samsung mengganti nama merek smartwatch menjadi Galaxy, ada kemungkinan mereka juga akan mulai menggunakan Wear OS dari Google sebagai OS jam tangan cerdas tersebut.

Rumor ini diperkuat oleh laporan dari Evan Blass dari VentureBeat yang mengatakan bahwa Google telah memberikan sampel dari Wear OS untuk Gear pada pekerja Samsung agar mereka bisa mencobanya.

Hanya saja, agak aneh bagi Samsung jika mereka menggunakan Wear OS sebagai sistem operasi dari smartwatch mereka, mengingat Tizen OS buatan Samsung mendapatkan sambutan yang cukup baik dari pengguna, sementara Wear OS justru dianggap lebih sulit untuk digunakan.

Tidak hanya itu, menggunakan sistem operasi buatannya sendiri justru membuat smartwatch mereka tampil unik.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.