F5 Networks: Perusahaan Asia Pasifik Mulai Perhatikan Cloud

Mohammad Mamduh    •    Kamis, 14 May 2015 10:19 WIB
f5 networks
F5 Networks: Perusahaan Asia Pasifik Mulai Perhatikan Cloud
F5 Networks tawarkan solusi cloud dan hybrid untuk perusahaan

Metrotvnews.com: F5 Networks mengumumkan sebuah laporan studi hasil kolaborasi dengan Frost & Sullivan yang berjudul ‘The New Language of Cloud Computing’ di Indonesia. Hasil studi ini mengungkap tren dan perkembangan pemanfaatan solusi berbasis cloud oleh perusahaan-perusahaan di wilayah Asia Pasifik, dan mengidentifikasi empat faktor utama yang sangat mempengaruhi hal tersebut, yang dirangkum dalam kerangka A-B-C-D:
 
Applications / Aplikasi: Semakin banyak beban kerja di dalam sistem IT perusahaan dialihdayakan ke cloud, termasuk beban kerja aplikasi yang penting dan strategis seperti Enterprise Resource Planning (ERP) dan keamanan.

Business decision-makers / Pembuatan Keputusan dalam Bisnis: Meningkatnya peran para pemimpin non-IT dalam perencanaan serta pemanfaatan teknologi cloud di perusahaan.

Customers / Pelanggan: Diskusi tentang pemanfaatan cloud tidak lagi berorientasi pada bisnis, namun lebih berorientasi pada pelanggan- bagaimana kemanfaatan cloud mampu memberikan nilai lebih kepada pelanggan serta meningkatkan kepuasan mereka.

Defense / Keamanan: Masalah keamanan dan privasi masih menjadi sorotan utama bagi di dalam cloud. 68 persen responden mengidentifikasi keamanan sebagai halangan utama bagi perusahaan dalam menerapkan layanan cloud. 

Lebih dalam lagi, terungkap pula fakta yang menunjukkan terjadinya peningkatan fokus dan usaha enterprise di wilayah Asia Pasifik dalam mengadopsi komputasi cloud, 58,6 persen dari para pengambil keputusan di perusahaan tersebut mengidentifikasi komputasi cloud sebagai prioritas utama mereka untuk 12 bulan ke depan. Selain itu, 91 persen enterprise di wilayah Asia Pasifik berada di posisi antara telah menggunakan layanan cloud, sedang merencanakan penerapan cloud di perusahaan, atau sudah dalam tahap penerapan.

Fakta lainnya memperlihatkan bahwa 47,4 persen enterprise di wilayah ini sedang berencana untuk melengkapi fungsionalitas sistem IT mereka dengan layanan cloud, 24,9 persen enterprise berencana untuk meningkatkan kualitas sistem mereka, serta 20,7 persen menambahkan fungsionalitas baru ke dalam sistem mereka.

“Dengan semakin banyak enterprise yang sudah atau sedang dalam proses penerapan komputasi cloud, hal ini menunjukkan bahwa perusahaan sudah mengakui manfaat nyata yang didapat dari komputasi cloud. Karena hal tersebut, pemahaman dan pengambilan keputusan seputar cloud menjadi semakin berkembang dan matang secara cepat. Selama 6 bulan terakhir, kami melihat adanya tren di mana perusahaan memanfaatkan kelebihan ekosistem hybrid IT untuk menyediakan komputasi cloud yang lincah dan fleksibel namun tetap mampu mempertahankan keamanan, kontrol, dan visibilitas,” kata Emmanuel Bonnassie, Senior Vice President, Asia Pacific, F5 Networks.

“Untuk dapat mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur hybrid, sekat-sekat yang membatasi pergerakan IT haruslah dihancurkan. Berbagai aplikasi dan layanan pendukung harus dipisahkan dari infrastruktur sehingga bisa diatur provisinya secara mulus walaupun terletak dalam lingkungan hybrid yang berbeda-beda, sehingga pelaku bisnis bisa menjadi lebih lincah, skalabel, dan mampu bergerak bebas.”

Studi ini juga menunjukkan pemahaman yang kuat tentang manfaat sesungguhnya dari layanan cloud selain sekadar penghematan biaya, yaitu untuk mendorong inovasi model bisnis dan eksperimen tanpa meningkatkan capital expenditure (CAPEX) atau risiko lainnya. Tiga dari empat pengambil keputusan di perusahaan setuju bahwa layanan cloud merupakan solusi untuk “mempercepat waktu time to market dan meningkatkan daya saing” sementara 70 persen setuju bahwa komputasi cloud “adalah komponen penting dalam berbagai strategi transformasi bisnis.”

“Data yang diungkap dalam laporan ini selaras dengan pemahaman kami tentang bagaimana perusahaan bisa memanfaatkan cloud secara optimal, baik untuk menghemat biaya maupun mentransformasi bisnis mereka. Karenanya, F5 menyediakan F5® BIG-IQ™ Cloud untuk membantu perusahaan mempertahankan serta meningkatkan keamanan dan kelincahan sistem dalam infrastruktur cloud maupun hybrid, dengan mengkonfigurasi dan mengotomasi layanan pengiriman akses ke aplikasi di kedua model infrastruktur tersebut,” kata Fetra Syahbana, Country Manager Indonesia, F5 Networks.
 
BIG-IQ Cloud diklaim mampu meningkatkan produktivitas, mengurangi kesalahan, serta mempercepat penerapan aplikasi dalam perusahaan, karena menyediakan kemampuan kontrol secara terpusat dan otomasi proses application deployment provisioning dari awal hingga akhir.
 
Hasil studi juga mengungkap bahwa Software-Defined Everything (SDE) serta berbagai teknologi terbaru yang bermunculan akan mampu memenuhi kebutuhan perusahaan dalam mengotomasi ekosistem mereka, karena cloud mulai menjadi salah satu sumber daya bagi perusahaan yang tidak terbatas dan memiliki sistem monitoring serta pengelolaan yang cerdas secara real-time. Lebih lanjut lagi, hasil studi ini juga menyatakan bahwa ekosistem IT berbasis Everything as a Service (XaaS) diprediksi akan berpengaruh besar terhadap cara perusahaan memanfaatkan teknologi dan menginspirasi lahirnya berbagai inovasi dalam model bisnis - yang pada akhirnya akan mentransformasi bisnis di seluruh industri.
 


(ABE)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.