Advan Ingin Jadi "Apple" Indonesia

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 23 Mar 2018 19:47 WIB
advan
Advan Ingin Jadi
Tjandra Lianto, Marketing Director, Advan. (Medcom.id)

Jakarta: Advan ingin produknya menjadi smartphone yang paling laku pada 2020. 

"Pada tahun 2020, kita ingin menjadi smartphone yang bisa memimpin pasar Indonesia, menjadi produk yang paling laris di Indonesia," kata Tjandra Lianto, Marketing Director, Advan saat ditemui di Artotel dalam acara peluncuran Advan i5C Duo, Jumat 23 Maret 2018.

"Tidak hanya sebagai produk terlaris, kami ingin menjadi merek kebanggan Indonesia. Jika Amerika Serikat punya Apple, Korea Selatan punya Samsung, kenapa Indonesia tidak bisa punya Advan?"

Untuk merealisasikan rencananya, salah satu hal yang Advan lakukan adalah memperbaiki kualitas produk yang mereka luncurkan. Dia menyebut, Advan akan berusaha menanamkan teknologi terbaru pada ponsel dan pada saat yang sama, menekan harga agar tetap terjangkau. 

"Dari sisi R&D, kami coba lakukan alih teknologi dari Shenzhen (Tiongkok) ke Semarang," kata pria yang akrab dengan sapaan Tjandra ini. Dia mengatakan, Advan juga akan berusaha untuk memperbaiki sumber daya manusianya juga memperbanyak jumlah service center


Advan i5C Duo, ponsel terbaru dari Advan. (Medcom.id)

Sekarang, Advan memiliki sekitar 62-65 titik pusat pelayanan perbaikan. Tahun ini, Tjandra mengatakan, mereka berencana untuk menambah jumlah service center menjadi setidaknya 72 titik. Ini adalah salah satu cara Advan untuk menghadapi Xiaomi, yang tidak hanya bisa meluncurkan ponsel berharga terjangkau dengan spesifikasi yang tinggi tapi juga memiliki penggemar setia. 

"Masing-masing merek kan punya kelebihan dan kelemahan. Kelemahan mereka, masih kurang di service center," kata Tjandra.

"Kami mencoba meningkatkan itu. Kami akan terus tambah service center agar mudah dijangkau." Dia juga menjelaskan, Advan ingin meningkatkan kualitas service center mereka agar bisa memperbaiki smartphone yang bermasalah dalam waktu 24 jam. 

Tjandra mengaku tertarik untuk membuat smartphone flagship. Sayangnya, dia merasa konsumen belum cukup percaya pada merek Advan. "Membuat smartphone flagship itu mudah, tapi meyakinkan konsumen kalau ponsel kita yang terbaik di kelasnya, itu yang sulit," katanya.

Karena itu, kini Advan masih membuat ponsel dengan harga terjangkau dengan tujuan untuk membangun kepercayaan konsumen pada kualitas merek ponsel mereka. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.