Kominfo Ingin Revisi Halaman Internet Positif

Cahyandaru Kuncorojati    •    Rabu, 07 Mar 2018 18:33 WIB
kominfo
Kominfo Ingin Revisi Halaman Internet Positif
Halaman landingpage internetpositif.

Jakarta: Netizen Indonesia sempat heboh menanggapi pemblokiran Tumblr. Salah satu keluhan datang dari akun Twitter bernama @lamtip yang menanggapi landing page Internet Positif yang muncul ketika tetap mencoba mengkses Tumblr.

Dalam cuitan akun tersebut pada 6 Maret 2018 yang kini terpantau sudah dicuitkan ulang hingga 5.526 retweet, dia menanggapi iklan Google Ads yang ada pada landing page Internet Positif dan mempertanyakan aliran uang hasil iklan tersebut.

Bagi Anda yang masih bingung, landing page ini adalah halaman yang ditampilkan saat pengguna mengakses situs yang telah diblokir penyedia layanan internet atau operator.
Akun @lantip yang memprotes hal tersebut dengan mention akun Twittter Kominfo juga melampirkan beberapa foto hasil analisa mengenai iklan Google Adsense di situs internetpositif dan pengelolanya.

Tidak hanya mempermasalahkan soal pemasangan iklan dan aliran penghasilan dari iklan tersebut tapi akun @lantip juga mempermasalahkan konten negatif yang sebetulnya juga ditemukan pada situs internetpositif lewat lampiran screenshot halaman situs tersebut.

Screenshot tersebut menampilkan beberapa artikel dengan foto yang tergolong 'menyerempet' ke konten dewasa. Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan  langsung memberikan balasan.
 

Balasan tersebut senada dengan penjelasan yang sempat diberikan usai konferensi pers terkait pemblokiran Tumblr hari ini. Semuel menjelaskan bahwa pihak Kementerian Kominfo tengah melakukan revisi Peraturan menteri 19 Tahun 2014 mengenai tata kelola pemblokiran.
 
"Nantinya kita akan mengatur ISP untuk menampilkan landing page dengan konten yang sudah kita buat panduannya. Jadi iklannya akan dikurangi dan diganti dengan konten layanan publik lalu konten beritanya tidak boleh yang 'menyerempet' gitu," ungkap Semuel.

Akun @lantip mengkritisi hal ini karena konten di landing page internetpositif milik ISP justru tidak sejalan dengan langkah pemblokiran situs atau konten negatif yang diinginkan Kementerian Kominfo.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.