Gandeng Interpol, Cisco Ingin Ikut Andil Berantas Serangan Siber

Riandanu Madi Utomo    •    Selasa, 21 Nov 2017 15:37 WIB
ciscocyber security
Gandeng Interpol, Cisco Ingin Ikut Andil Berantas Serangan Siber
Perwakilan Cisco John N Stewart dan perwakilan INTERPOL Noboru Nakatani dalam Penandatanganan Kerjasama (Cisco)

Jakarta: Perusahaan teknologi Cisco mengumumkan kerja sama dengan Interpol untuk melawan kejahatan siber.

Dipimpin oleh pusat kejahatan siber global INTERPOL di Singapura, kerja sama kali ini dikatakan akan memungkinkan kedua organisasi untuk mengembangkan sebuah pendekatan yang terkordinasi dan terfokus untuk data sharing.

Kerja sama ini juga tidak hanya memungkinkan deteksi ancaman di seluruh dunia dengan cepat. Pihak Cisco juga mengatakan kerja sama dengan Interpol bisa membuka jalan kemungkinan kerja sama di masa depan dalam pelatihan dan berbagi pengetahuan.

"Karena kejahatan dunia maya terus meningkat di seluruh dunia, para pelindung (defender) baik dari sektor publik maupun swasta harus menghadapi ancaman dengan kekuatan yang seimbang," ujar Senior Vice President and Chief Security and Trust Officer Cisco John N. Stewart.

"Visibilitas dan intelijen ancaman yang komprehensif di seluruh domain siber sangat penting untuk memungkinkan deteksi, analisis, dan perlindungan terhadap ancaman yang muncul. Kami dengan senang hati bekerjasama dengan Interpol untuk saling bertukar intelijen ancaman dan menemukan kesempatan-kesempatan lain untuk berbagi pengetahuan dalam melawan kejahatan siber secara global."

Pihak CIsco mengklaim bisa membantu Interpol mencegah serangan siber hingga menghentikan serang yang sedang terjadi melalui teknologi yang dimilikinya.

Cisco mengaku telah memblokir 19,7 miliar ancaman per hari melalui teknologi Collective Security Intelligence, yang terwujud oleh Cisco Talos Security Intelligence dan Research Group.


(MMI)

Nokia 6.1 Plus, Pilihan Pemburu Android One
Review Smartphone

Nokia 6.1 Plus, Pilihan Pemburu Android One

6 hours Ago

Nokia 6.1 Plus jadi smartphone Android One yang layak menjadi pilihan di antara merek lainnya.…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.