Stephen Hawking dan NASA Pernah Kerja Sama Garap Pesawat Antariksa

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 14 Mar 2018 13:43 WIB
antariksanasastephen hawking
Stephen Hawking dan NASA Pernah Kerja Sama Garap Pesawat Antariksa
Stephen Hawking bekerja sama dengan NASA untuk mengembangkan StarChip. (AFP PHOTO / ANDREW COWIE)

Jakarta: Para peneliti NASA pernah bekerja sama dengan Stephen Hawking untuk mengembangkan pesawat luar angkasa nano yang bisa mencapai kecepatan seperlima kecepatan cahaya pada akhir 2016.

Jika sukses, pesawat yang dinamai "StarChip" ini bisa mencapai sistem bintang terdekat, Alpha Centauri, dalam waktu 20 tahun. Menurut Independent, Hawking mengumumkan proyek Breakthrough Starshot pada April 2016. Dia kemudian dibantu oleh para peneliti dari Korea Institute of Science and Technology.

Namun, masih belum diketahui apakah pesawat ini cukup kuat untuk terbang selama 20 tahun. Inilah peran NASA. Menurut para peneliti, radiasi energi tinggi di luar angkasa bisa menyebabkan pesawat StarChip berhenti berfungsi sebelum perjalanan selama 20 tahun ini berakhir, menurut laporan Science Alert.

NASA kemudian menawarkan beberapa opsi yang bisa diambil dalam pengembangan proyek tersebut. Opsi pertama adalah menyesuaikan rute pesawat untuk menghindari kawasan dengan radiasi tinggi.

Sayangnya, hal ini bisa menambah waktu perjalanan pesawat menjadi beberapa tahun lebih lama. Pilihan ini juga tidak membantu untuk memastikan pesawat tidak rusak. 

Opsi kedua yang NASA tawarkan adalah membuat pelindung pada elektronik pesawat. Sayangnya, opsi ini akan membuat pesawat menjadi lebih besar dan lebih berat, yang akan membuat kecepatan pesawat menurun. Opsi ketiga yang NASA tawarkan adalah chip silikon yang dapat memperbaiki diri sendiri. 

"Perbaikan pada chip telah ada selama bertahun-tahun," kata anggota tim NASA, Jin-Woo Han. Meskipun begitu, penelitian ini hanya bersifat teoritis dan para peneliti masih memiliki banyak pekerjaan rumah untuk menyelesaikan masalah lain untuk melakukan perjalanan antarbintang. 


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.