Blokir Total, Pakistan Larang Akses Media Sosial

Cahyandaru Kuncorojati    •    Minggu, 26 Nov 2017 17:23 WIB
teknologi
Blokir Total, Pakistan Larang Akses Media Sosial
Twitter merupakan salah stau media sosial yang kerap dipergunakan untuk mengetahui sebuah informasi yang terjadi dimanapun secara real time.

Jakarta: Kerusuhan di Pakistan antara pihak militer dan kelompok garis keras sejak awal November berdampak ke layanan akses dunia digital di negara tersebut. Beredar kabar bahwa tidak ada media sosial yang bisa diakses di Pakistan.

Dilaporkan oleh media internasional The Tribunne Pakistan, Facebook, Twitter, dan YouTube  tidak lagi bisa diakses. Hal tersebut juga diakui oleh badan pemerintah penyelenggara layanan telekomuniasi di Pakistan, The Pakistan Telecommunication Authority.

Pemblokiran akses beberapa media sosial tersebut merupakan buntuk dari pemblokiran yang lebih dulu dilakukan oleh pemerintah Pakistan terhadap beberapa media untuk memberitakan kerusuhan tersebut. Pemerintah beranggapan konten yang tersebar di media sosial bisa memperkeruh suasana.
Dugaan ini semakin kuat karena kebijakan itu diambil beberapa jam setelah pemerintah menginstruksikan militer turun tangan menangani kerusahaan yang tidak lagi bisa ditangani oleh polisi. Tentu saja hal ini langsung menarik perhatian pengguna internet di Pakistan.

Sementara dari beberapa layanan media sosial yang diblokir, pihak Twitter sudah memberikan tanggapan lewat akun Twitter Public Policy. Twitter mengakui bahwa layanannya diblok oleh pemerintah Pakistan dan berharap bisa aksesnya segera dibuka kembali.

Media televisi di Pakistan juga menjadi yang paling kena dampak dari pemblokiran tersebut. Di lapangan kru mereka tidak bisa lagi meliput kerusuhan tersebut karena pemerintah membatasinya.


(MMI)

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD
Review Smartphone

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD

1 week Ago

Nokia 2 merupakan smartphone kelas pemula dari HMD. Ini ulasan tentang kelebihan dan kelemahann…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.