Hacker Bisa Rusak HDD Hanya Pakai Gelombang Suara

Cahyandaru Kuncorojati    •    Kamis, 28 Dec 2017 16:12 WIB
hardwarecyber security
Hacker Bisa Rusak HDD Hanya Pakai Gelombang Suara
Perangkat hard disk drives (HDD) juga bisa mengalami kerusakan dari serangan yang tidak hanya dalam bentuk digital tapi juga fisik seperti gelombang suara.

Jakarta: Penjahat siber tidak selalu ingin mencuri data orang lain. Kadang, mereka hanya ingin merusak perangkat tersebut dan memanfaatkan kesempatan yang muncul.

Misalnya saja, merusak data rekaman kamera CCTV yang tersimpan di hard disk atau melumpuhkan hard disk pada komputer yang memiliki peran penting dalam sebuah sistem. Dilaporkan Gizmodo, kini hacker sudah banyak yang mulai melumpuhkan HDD, dan hebatnya hanya dengan gelombang suara.

Mengutip hasil penelitian Bleeping Computer, saat sebuah suara diatur pada gelombang tertentu, suara tersebut bisa menciptakan sebuah getaran kasat mata yang justru bisa sangat dirasakan oleh piringan plat memori yang ada di dalam HDD.



Serangan ini memanfaatkan cara kerja HDD. Perangkat akan berhenti beroperasi secara otomatis apabila terjadi getaran, sebab dikhawatirkan akan menggores plat yang digunakan untuk menulis dan membaca memori.

Alhasil, hacker bisa memilih untuk menghentikan kinerja hard disk dan memanfaatkan kesempatan itu untuk melancarkan serangan siber lain, saat sistem melakukan rebooting atau justru menghancurkan total data di dalamnya.

Dalam sebuah video demonstrasi, untuk melakukan hal tersebut, dibutuhkan sudut dan frekuensi atau gelombang suara tertentu. Ditemukan hasil bahwa semakin kuat gelombang suara yang digunakan maka jangkauannya semakin luas, semakin dekat jaraknya maka serangan yang dilancarkan hanya membutuhkan waktu yang singkat.



Pada pengujian di hard disk drive yang dipergunakan kamera CCTV, ditemukan hasil CCTV tidak bisa merekam video, dengan pemberitahuan bahwa perangkat itu tidak menemukan hard disk yang terpasang.

Para peneliti menganjurkan agar HDD yang ada saat ini dibekali perlindungan terhadap serangan yang dikenal dengan nama acoustic attacks. Solusi lain yang lebih cepat adalah menggunakan SSD meskipun harganya lebih mahal. 




(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.