Terus Garap 5G, Ericsson Disuntik Rp5 Triliun

Mohammad Mamduh    •    Rabu, 27 Dec 2017 14:38 WIB
telekomunikasi
Terus Garap 5G, Ericsson Disuntik Rp5 Triliun
Ericsson memprediksi 1 miliar pelanggan pakai jaringan 5G pada 2023 (AFP / JOSEP LAGO)

Jakarta: Ericsson mengumumkan penggalangan dana senilai USD370 juta atau sekitar Rp5 triliun untuk riset dan pegembangan jaringan 5G. 

Dana investasi ini berasal dari dua pihak, setelah melihat perkembangan yang cukup signifikan dari apa yang telah Ericsson kerjakan selama ini. Kedua pihak yang menanamkan uang mereka adalah Nordic Investment Bank senilai USD220 juta (sekitar Rp2,9 triliun), dan AB Svensk Exportkredit sebesar USD150 juta (setara Rp2 triliun).

Ericsson menyebut akan menggunakan dana ini untuk pengembangan lebih lanjut jaringan 5G, telekomunikasi mobile, dan Internet of Things (IoT). Seperti yang dikutip dari ZDNet, kedua investor menyatakan dukungan ini sampai 2023 dan 2025 secara berurutan. 

"Sebagai salah satu strategi utama, kami telah menambah jumlah investasi untuk 5G, IoT, dan layanan digital. Kami juga bekerja sama dengan 38 operator telekomunikasi yang membantu pengembangan kami. Ini lebih besar dari pesaing lainnya," kata CTO Ericsson Erik Ekudden.

"Beberapa tahun ke depan, kita akan melihat implementasi jaringan 5G di seluruh dunia, dengan penerapan secara masif di 2020. Kami percaya bakal ada 1 miliar pelanggan 5G per tahun 2023."
  
Pekan lalu, Ericsson juga telah menyelesaikan uji coba jaringan 5G yang mengikuti standar 3GPP. Mereka menggandeng operator Telstra dari Australia, dan tiga operator Amerikas Serikat: T-Mobile, Verizon, Sprint, dan AT&T.

Mereka juga menggandeng NTT DoCoMo dari Jepang dan SK Telecom asal Korea Selatan. Dari wilayah Eropa, Ericsson bekerja sama dengan Vodafone dan Orange.

Uji coba tersebut menggunakan spektrum 3,6GHz. Pihak Ericsson menyebutkan, mereka melakukan uji coba dengan standar yang telah ditetapkan 3GPP, organisasi pengatur kebijakan umum mengenai industri telekomunikasi.

Standar 5G NR (New Radio) sendiri baru disahkan minggu lalu, setelah para penyedia infrastruktur dan operator telekomunikasi menyelesaikan uji coba 5G sendiri. 

Beberapa operator telah merasa lebih siap menerapkan 5G. EVP China Telecom Liu Guiqing menyebut bahwa perusahaan mereka siap melakukan uji coba 5G lebih luas di beberapa kota besar Tiongkok per 2018.

Sementara CTO SK Telecom Dongmyun Lee menargetkan bisa menyediakan layanan 5G secara komersial mulai tahun 2019. Oeprator Jepang NTT DoCoMo ingin menjual jaringan 5G ini mulai 2020.


(MMI)

Advan i6, Menjanjikan di Harga Rp1,5 Juta
Review Smartphone

Advan i6, Menjanjikan di Harga Rp1,5 Juta

2 days Ago

Advan i6 menawarkan performa cukup baik untuk perangkat di kelas harga terjangkau, yaitu Rp1,5 …

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.