Apple Terlalu Banyak Tuntut Pengembangan Siri

Lufthi Anggraeni    •    Senin, 12 Mar 2018 08:50 WIB
apple
Apple Terlalu Banyak Tuntut Pengembangan Siri
Co-Founder Siri menyebut bahwa perkembangan Siri bermasalah sebab Apple terlalu banyak permintaan.

Jakarta: Siri sempat memimpin dengan menjadi satu-satunya asisten virtual yang tersedia di pasar perangkat mobile. Sejak kemunculan Amazon Alexa dan Google Assistant, Siri mendapatkan kompetitor tangguh.

Co-founder Siri Norman Winarsky menyebut persaingan bukan menjadi alasan utama yang menyebabkan kejayaan Siri memudar. Winarsky menyebut bahwa permasalahan terletak pada permintaan Apple untuk menghadirkan terlalu banyak hal untuk terlalu banyak orang.

Menurut Winarsky, sebelum membeli Siri pada 8 April 2010 lalu, Apple berencana untuk menggunakan asisten virtual ini sebagai resepsionis hiburan dan perjalanan.

Sebagai contoh, asisten ini akan mengetahui informasi terkait dengan penerbangan pengguna yang dibatalkan saat tiba di bandara. Siri kemudian direncanakan untuk memiliki kemampuan mencari cara lain agar pengguna dapat tiba di lokasi tujuan tepat waktu, hanya dengan menggunakan ponsel.

Setelah mencapai kesempurnaan di area tersebut, Apple berencana memperbaiki kemampuan Siri. Namun, kemudian Apple berubah pikiran.

Siri saat ini dirancang untuk membantu pengguna iOS di berbagai faktor seperti mendapatkan informasi terkait cuaca dan mengatur alarm.

Di tengah pergulatan yang dialami Siri, Google Assistant dan Alexa tampak tidak mengalami permasalahan dalam menangani berbagai tuntutan jika dibandingkan dengan kemampuan Siri

"Hal ini menjadi permasalahan berat dan saat perusahaan Anda menghadapi miliaran orang, permasalahan akan semakin berat. Mereka mungkin mencari cara mencapai level kesempurnaan yang tidak dapat diraih." kata Co-founcer Siri Norman Winarsky.

Sementara itu sebelumnya, riset terbaru Consumer Intelligence Research Partners (CIRP) menyebut pengguna Android kini lebih setia jika dibandingkan dengan pengguna iOS.

Kesetiaan pengguna Android tersebut disebut menjadi stabil sejak awal 2016 lalu, dan tingkat loyalitasnnya telah mencapai angka tertinggi.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.