Pencipta Tombol Like Facebook Malah Berhenti Pakai Medsos

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 10 Oct 2017 17:23 WIB
media sosialfacebook
Pencipta Tombol Like Facebook Malah Berhenti Pakai Medsos
Justin Rosenstein membuat desain tombol Like pada Facebook. (Jaap Arriens Nur/ Photo via Getty Images

Metrotvnews.com: Mantan pekerja Facebook yang mendesain tombol "Like" kini berhenti menggunakan media sosial.

Ialah Justin Rosenstein, mantan teknisi Facebook yang 10 tahun lalu mendesain prototipe dari tombol "Like" pada Facebook. Sekarang, dia memutuskan membatasi kehidupan sosialnya di dunia maya, lapor The Guardian

Rosenstein membatasi penggunaan Facebook. Dia juga berhenti menggunakan Snapchat dan memblokir situs forum internet, Reddit pada komputernya. Pada bulan Agustus lalu, Rosenstein bahkan meminta asistennya untuk memasang fitur kendali orangtua atau parental control pada ponselnya.

Tujuannya agar dia tidak bisa mengunduh aplikasi baru. Rosenstein kini justru mengkritik tombol "Like" pada Facebook sebagai sesuatu yang memberikan kepuasan semu. 

Rosenstein merupakan bagian dari sejumlah pekerja Silicon Valley yang justru berbalik mengkritik produk yang mereka ikut kembangkan. Sejak ia dibuat, tombol "Like" telah diadopsi oleh berbagai aplikasi media sosial lain selain Facebook. 

"Sangat biasa bagi manusia untuk mengembangkan sesuatu dengan niat yang baik, tapi sesuatu itu justru memberikan dampak negatif," kata Rosenstein.

"Bagi saya, salah satu alasan mengapa kita harus membicarakan hal ini sekarang karena kita mungkin adalah generasi terakhir yang ingat akan kehidupan sebelum adanya teknologi ini."

Mantan teknisi Facebook ini takut penggunaan smartphone yang terlalu sering akan merusak mental masyarakat, argumen yang didukung oleh berbagai penelitian. Salah satu studi baru menyebutkan bahwa ponsel dapat menurunkan kapasitas kognitif penggunanya. Sementara studi lain menyebutkan ponsel dapat mengurangi intelijen pengguna atau membuat mereka kesulitan untuk fokus. 

"Semua orang tidak pernah bisa fokus," kata Rosenstein. 


(MMI)

Video /