Pinjaman Online di Tiongkok Diam-Diam Curi Data Pribadi di Ponsel

Cahyandaru Kuncorojati    •    Selasa, 26 Dec 2017 15:25 WIB
startupcyber securityfintech
Pinjaman Online di Tiongkok Diam-Diam Curi Data Pribadi di Ponsel
Layanan pinjaman online kini sangat tumbuh pesat

Jakarta: Layanan pinjaman online kini menjadi solusi tercepat bagi masyarakat yang membutuhkan pinjaman dana dalam jumlah cukup besar. Sayangnya, dibalik kemudahan tersebut penggunanya juga punya risiko yang besar.

Dilaporkan The New York Times, layanan pinjaman online di Tiongkok sangat populer, namun kemudahan yang disediakan justru membuat penggunanya terlilit banyak utang. Hal ini diakibatkan layanan pinjaman online tidak memeriksa riwayat pinjaman calon penerima pinjaman yang lengkap.

Alhasil, banyak dari masyarakat di Tiongkok yang tergiur layanan ini dan terlilit hutang. Dilaporkan, ada beberapa penerima pinjaman memiliki utang pada lebih dari 1 layanan online, bahkan ada yang mencapai belasan.

Ada 8.600 perusahaan yang di Tiongkok yang menyediakan pinjaman dana ringan dan sebesar USD145 miliar atau hampir Rp2.000 triliun. Oleh sebab itu di bulan November, Bank Tiongkok (Bank of China) memberhentikan munculnya layanan penyedia pinjaman online

Anehnya lagi, layanan pinjaman online yang hadir dalam bentuk aplikasi di ponsel tersebut rupanya mengumpulkan data pribadi di ponsel calon peminjam atau penerima pinjaman. Misalnya daftar kontak hingga posisi persis. Hal ini tentu saja sangat berbahaya.

Tanpa memiliki catatan riwayat kredit si calon peminjam, penyedia pinjaman online memantau seberapa cepat calon peminjam mengetik di ponsel, waktu yang dibutuhkan untuk membaca persetujuan peminjaman dana, kapasitas baterai saat itu dan lain-lain. 

Entah apa maksud dari data-data pribadi yang dikumpulkan tersebut, tapi seluruh data itu menjadi penentu apakah pengajuan pinjaman dana disetujui atau tidak. Proses ini sendiri disebutkan hanya memakan waktu 8 detik atau kurang.

Hal yang mengerikan adalah data pribadi yang dipantau dan diambil oleh aplikasi pinjaman online bisa digunakan oleh perusahaan penyedia pinjaman untuk meneror peminjam yang tidak bisa membayar utangnya, berdasarkan lokasi dan daftar kontak yang terbaca.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.