Samsung Galaxy X, Nama Asli Galaxy S10?

Lufthi Anggraeni    •    Selasa, 06 Feb 2018 09:12 WIB
samsung
Samsung Galaxy X, Nama Asli Galaxy S10?
Samsung dikabarkan mempertimbangkan mengubah nama penerus Galaxy S9 menjadi Galaxy X.

Jakarta: Rumor terkait pertimbangan Samsung untuk mengubah skema penamaan lini unggulannya telah beredar selama beberapa tahun. Namun, kali ini rumor penamaan baru smartphone lini unggulan Samsung tersebut disebut akan menjadi kenyataan.

Sumber dari Korea Selatan yang dikutip Phone Arena mengklaim bahwa Samsung Galaxy S9 yang diluncurkan tahun ini akan menjadi perangkat terakhir dengan usungan merek Galaxy S. Perangkat unggulan Samsung tahun 2019 mendatang menjadi perangkat pertama pengusung nama Galaxy X.

Sejumlah pihak menilai, pemilihan nama tersebut terinspirasi dari skema penamaan yang dipilih Apple dalam menamai iPhone X. Kabar yang beredar menyebut perusahaan asal Korea Selatan tersebut hanya ingin menyederhanakan penamaan smartphone terpenting karyanya.

Untuk menyederhanakan kerumitan penamaan smartphone tersebut, Samsung dilaporkan akan menghindari kombinasi nama seperti Galaxy S11 atau S12 yang dinilai akan menimbulkan kebingungan di kalangan konsumen.

Selain itu, perubahan nama tersebut juga dinilai menjadi langkah Samsung untuk dapat menyaingi Apple dan seri iPhone X dengan lebih baik. Informasi ini belum mendapatkan konfirmasi langsung dari pihak Samsung.

Sehingga penggemar diharuskan untuk menunggu hingga Samsung bersedia buka suara terkait rumor rencananya ini, sebab penamaan Galaxy X sering digunakan pada laporan untuk merujuk pada smartphone berlayar lipat generasi selanjutnya.

Sementara itu, Samsung menyatakan akan memproduksi prosesor untuk mendukung tren mata uang kripto tersebut.

Dalam laporan finansial Q4 2017 dan annual untuk 2017 yang diumumkan Samsung tanggal 31 Januari 2018, Samsung menyebutkan bahwa perusahaannya akan memanfaatkan momen tingginya permintaan akan chip untuk menambang uang kripto.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.