Foxconn Akuisisi Induk Linksys, Apa Tujuannya?

Cahyandaru Kuncorojati    •    Selasa, 27 Mar 2018 14:45 WIB
linksysfoxconn
Foxconn Akuisisi Induk Linksys, Apa Tujuannya?
Router buatan Linksys.

Jakarta: Perusahaan manufaktur perakit iPhone, Foxconn, dikabarkan tengah melakukan proses akuisisi perusahaan asal Amerika Serikat yang merupakan induk dari merek router ternama Linksys, Belkin.

Dikutip dari The Verge, kabar ini sudah dipastikan lewat pernyataan resmi yang dirilis Belkin lewat situs resminya. Belkin menerima prosess akuisisi dari Foxconn lewat tawaran senilai USD866 juta (Rp11,8 triliun).

Pihak Foxconn hingga saat ini belum menggulirkan informasi atas langkah yang diambilnya namun dalam informasi Belkin disebutkan bahwa proses akuisisi ini akan membantu Foxconn untuk merambah produksi perangkat aksesoris premium dan pasar rumah teknologi rumah pintar atau smart home.

Belkin yang berbasis di California, Amerika Serikat, telah beridiri sejak tahun 1983 dan menciptakan beragam produk untuk jaringan seperti router dan lain-lain terutama untuk teknologi rumah pintar.

Di bawah Belkin bernaung merek lain seperti Linksys untuk perangkat jaringan dan Wemo untuk perangkat umah pintar.

Tentu saja muncul pertanyaan, bagaimana perusahaan asal Asia bisa mengakuisisi perusahaan Amerika Serikat terutama yang bergerak di bidang teknologi dan jaringan?

Seperti yang diketahui bahwa di bawah pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump banyak perusahaan asal Asia yang dilarang mengakuisisi bisnis di negaranya.

Dikabarkan bahwa untuk mengikuti peraturan, Foxconn sudah menegaskan akan berinvestasi sebesar USD10 miliar (Rp137 triliun) untuk pembangunan fasilitas manufaktur di kota Wisconsin.

Beberapa bulan belakangan memang kuat beredar kabar bahwa Foxconn tengah memperluas segmen produk, tidak sebatas merakit iPhone untuk Apple. Beberapa waktu lalu sempat dikabarkan bahwa keuntungan penjualan iPhone terbaru tidak terlalu bagus untuk mereka.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.