Ini Tantangan Penghambat Pertumbuhan Ranah IoT di Indonesia

Lufthi Anggraeni    •    Rabu, 16 Nov 2016 17:18 WIB
teknologi
Ini Tantangan Penghambat Pertumbuhan Ranah IoT di Indonesia
Regi Wahyu (kiri) dan Wayah Suroto (kanan).

Metrotvnews.com, Jakarta: Internet of Things (IoT) digadangkan menjadi ranah teknologi yang akan berkembang di masa depan. Namun, pada bidang industri manufaktur, kehadiran teknologi ini bukanlah hal baru, meski hadir dalam bentuk lebih sederhana berupa sensor yang tertanam di mesin.

"Industrial internet sebenarnya sudah dimulai di sejumlah bidang seperti minyak dan gas, penerbangan dan sebagainya. Namun, kehadiran teknologi ini masih dalam bentuk sederhana, dengan sensor yang dipasang di mesin yang bertugas untuk mengumpulkan data," ujar CEO Dattabot, Regi Wahyu.

Kurangnya tenaga ahli yang mampu untuk menganalisa kumpulan data dari sensor tersebut dinilai Regi, menjadi tantangan tersendiri bagi ranah industri manufaktur. Menurutnya, data yang dikumpulkan sensor dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalkan performa dari mesin di ranah tersebut.

Digital Leader for Indonesia General Electric, Wayah Suroto menambahkan, saat ini pengembang dinilai masih lebih mampu untuk menghadirkan teknologi yang terfokus pada interaksi mesin ke mesin, dibandingkan dengan interaksi mesin ke manusia.

Penerapan dan perkembangan teknologi IoT di ranah industri manufaktur juga dinilai tidak semudah pada ranah e-commerce. Ranah e-commerce, lanjut Wayah, memang telah menerapkan teknologi IoT dan melakukan analitik data. Namun, analitik tersebut dinilainya tidak spesifik layaknya kebutuhan pada industri manufaktur.

Selain itu, tantangan lain dalam perkembangan IoT di Indonesia juga disebabkan oleh kesulitan yang dihadapi ranah ini dalam hal monetisasi. Karenanya, Regi menyarankan perusahaan di ranah ini untuk tidak hanya menghadirkan komponen, tapi juga solusi secara keseluruhan.

Baik Regi maupun Wayah juga menyarankan perusahaan kecil IoT di Indonesia untuk berkolaborasi dengan perusahaan besar. Sebab menurutnya, kolaborasi ini akan dimungkinkan untuk diserap oleh pasar industri manufaktur tersebut.


(MMI)

Mengulik Ponsel Berdaya 13 Jam LG X Power
Review Smartphone

Mengulik Ponsel Berdaya 13 Jam LG X Power

1 week Ago

LG X Power memang memiliki baterai yang awet dan dapat mengisi baterai dengan cepat. Sayangnya,…

BERITA LAINNYA
Video /