Google Matikan Google+

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 09 Oct 2018 15:14 WIB
google
Google Matikan Google+
Google fokuskan Google+ ke pengguna perusahaan. (Photo by LOIC VENANCE / AFP)

Jakarta: Google berencana untuk mematikan Google+ bagi konsumen dalam waktu 10 bulan mendatang. Mereka mengumumkan hal ini setelah mereka mengaku bahwa terdapat sebuah bug yang mengekspos data profil dari 500 ribu pengguna Google+. Bug itu telah ditambal pada Maret 2018. 

Google mengatakan, saat ini, pengguna Google+ hanya sedikit dan 90 persen dari penggunaan Google+ berlangsung kurang dari lima detik. Meskipun begitu, mereka berencana untuk tetap mempertahankan Google+. Alasannya karena para pengguna enterprise masih memanfaatkan Google+ untuk berkomunikasi dengan rekan kerja. 

Bagi para pengguna perusahaan, Google akan meluncurkan berbagai fitur baru. Google juga mengatakan, mereka akan fokus untuk menjadikan Google+ sebagai "jejaring sosial perusahaan yang aman". Ini aneh mengingat pengumuman tersebut muncul pada saat yang sama dengan pengumuman tentang kebocoran data ratusan ribu pengguna, lapor The verge

Selain mematikan Google+, perusahaan pencarian itu juga akan menyesuaikan pengaturan privasi untuk layanan Google yang lain. Mereka akan mengubah API untuk membatasi akses developer pihak ketiga atas data pada perangkat Android dan akun Gmail.

Developer juga tidak lagi bisa mendapatkan akses akan daftar panggilan dan SMS pada perangkat Android. Data interaksi kontak juga tidak akan lagi tersedia melalui Android Contacts API. Sementara untuk Gmail, Google akan mengubah User Data Policy dari layanan email untuk konsumen mereka. Ini akan membatasi data pengguna yang bisa diakses oleh sebuah aplikasi.

Ben Smith, VP Engineering Google menuliskan, "Hanya aplikasi-aplikasi yang bisa memperbaiki pengalaman penggunaan email -- seperti layanan backup email dan layanan produktivitas (contohnya layanan penggabungan email) -- yang akan dibiarkan mengakses data ini."

Developer yang memiliki akses ke data pengguna harus melewati tes keamanan dan setuju dengan peraturan baru terkait cara menangani data pelanggan. Misalnya, larangan untuk memindahkan atau menjual data untuk iklan tertarget, riset atau keperluan lain yang tidak terkait dengan layanan email. 


(ELL)

Roccat Kone AIMO, Premium Pakai Kecerdasan Buatan
Review Mouse Gaming

Roccat Kone AIMO, Premium Pakai Kecerdasan Buatan

2 days Ago

Roccat Kone AIMO digolongkan sebagai mouse gaming premium dengan fitur yang sangat pantas dimil…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.