Zettagrid Gelar Pusat Data Ke-2 di Indonesia

Mohammad Mamduh    •    Kamis, 15 Nov 2018 10:03 WIB
teknologicorporate
Zettagrid Gelar Pusat Data Ke-2 di Indonesia
Para narasumber Zettagrid

Jakarta: Zettagrid, penyedia layanan cloud berbasis Infrastructure as a Service (IaaS), mengumumkan dibukanya data center ke-2 yang berlokasi di Cibitung, Jawa Barat.

Data center ini menggunakan platform Global Data Center milik Equinix, Jakarta IBX Data Center, atau yang lebih dikenal dengan JK1.
 
Equinix menjalin kemitraan dengan Data Center Infrastructure (DCI) Indonesia sebagai pihak yang mengelola dan mengoperasikan data center ini.

DCI Indonesia adalah penyedia layanan data center di Indonesia dan Asia Tenggara yang menerima penghargaan sebagai data center yang bersertifikasi Tier IV oleh Uptime Institute.

Kemitraan ini memungkinkan pelanggan Zettagrid mengakses layanan cloud mulai dari compute, backup dan disaster recovery yang didukung Equinix.
 
Dibukanya data center ke-2 dalam kurun waktu kurang dari 18 bulan terakhir dinilai sebagai keseriusan ekspansi Zettagrid ke wilayah Asia Pacifik. Adanya data center ke-2 ini juga untuk meningkatkan service uptime untuk solusi dan layanan cloud Zettagrid.

Sebagai data center yang bersertifikasi Tier IV, DCI bersama Equinix mengklaim memberikan jaminan ketersediaan layanan (SLA) 99,99% atau hanya 5 menit downtime dalam satu tahun.
 
“Tingkat adopsi produk-produk cloud dari Zettagrid sangat tinggi di pasar Indonesia, beberapa diantaranya yang paling banyak diminati adalah solusi backup dan disaster recovery,” ucap Nicolas Power, Chief Operating Officer Zettagrid. 
 
Perluasan layanan operasi cloud Zettagrid melalui data center ke-2 di Indonesia ini memungkinkan pelanggan dan mitra Zettagrid mendapatkan SLA (Service Level Agreement) berkaitan pengamanan dan perlindungan data pelanggan yang bersifat kritikal dan rahasia.
 
“Dengan dibukanya data center ke-2 di Equinix Cibitung, Zettagrid memperkenalkan layanan DCI Cloud Connect. Solusi ini mampu menghubungkan secara langsung antara pelanggan dengan penyedia layanan cloud global seperti AWS, Azure, dan Google Cloud,” ujar Reza Kertadjaja, Country Manager Zettagrid Indonesia. 


(MMI)

Samsung Galaxy A9, Si Unik Berkamera Empat
Review Smartphone

Samsung Galaxy A9, Si Unik Berkamera Empat

1 week Ago

Samsung mengakhiri tahun 2018 dengan ponsel inovatif dalam hal kamera dengan dukungan empat kam…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.