Kecerdasan Buatan Google Bisa Nilai Kualitas Foto Anda

Cahyandaru Kuncorojati    •    Jumat, 22 Dec 2017 15:47 WIB
teknologigoogle
Kecerdasan Buatan Google Bisa Nilai Kualitas Foto Anda
Google AI Projects adalah misi Google dalam menciptakan teknologi kecerdasan buatan.

Jakarta: Jika sebelumnya Anda memerlukan aplikasi edit foto untuk memperbaiki foto Anda menjadi lebih baik, selanjutnya Anda bisa melakukan hal itu jauh lebih mudah berkat kecerdasan buatan. 

Dikutip dari Engadget, dalam rilis yang dimuat pada blog resmi Google dijelaskan perusahaan internet tersebut sedang mengembangkan teknologi AI yang bisa menilai sebuah foto indah atau tidak. Nantinya, teknologi Google AI bisa membantu memilih hasil foto Anda yang bagus dan tidak.

Google menjelaskan, teknologi AI tersebut dimiliki dari proses Convlutional Neural Network sehingga kecerdasan buatan bisa menganalisis sebuah foto bagus atau tidak bukan hanya dari sekadar aspek teknis. Namun, nilai estika yang setara dengan insting yang hanya dimiliki manusia.

Teknologi oleh Google disebut Nerual Image Assesment (NIMA). Google AI bisa menilai sebuah foto dari sisi teknis sekaligus estetika artinya AI memiliki pemahaman soal keindahan seperti di dalam pemahaman manusia.

Google menjelaskan  kemampuan ini merupakan cikal bakal dari pengembangan teknologi object recognition, sehingga AI bisa mengelai beragam benda termasuk yang ada di dalam sebuah foto. Ke depannya, teknologi ini bisa dikembangkan untuk membantu kebutuhan mengkoreksi foto, dan lain-lain yang berkaitan dengan ojek visual.



Dalam sebuah pelatihan kemampuan lewat kontes foto yang diadakan, NIMA terbukti bisa memberikan nilai pada foto terbaik yang hasilnya hampir serupa dengan penilaian yang dilakukan manusia.

Pada percobaan lain lewat sebuah koleksi foto, NIMA mampu mengkoreksi aspek teknis dalam foto tersebut sehingga foto jauh lebih baik. Jika melihat hasil muncul dugaan jika suatu hari nanti teknologi ini disematkan dalam produk Google, bukan tidak mungkin kamera smartphone buatan Google akan menerima teknologi NIMA.




(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.