BlackBerry Tuntut Facebook Terkait Pelanggaran Paten

Lufthi Anggraeni    •    Rabu, 07 Mar 2018 07:55 WIB
blackberryfacebook
BlackBerry Tuntut Facebook Terkait Pelanggaran Paten
BlackBerry menuntut Facebook dan aplikasi yang dinaunginya terkait pelanggaran paten.

Jakarta: BlackBerry mendaftarkan tuntutan hukum di pengadilan Los Angeles, California, Amerika Serikat, menuduhkan Facebook serta aplikasi yang dinaunginya yaitu WhatsApp dan Instagram, telah melanggar patennya.

Menurut tuntutan hukum tersebut, ketiga aplikasi jejaring sosial tersebut mencuri fitur dan teknologi dari BlackBerry Messenger. Tuntutan hukum ini disebut perwakilan BlackBerry Sarah McKinney dilayangkan setelah kedua perusahaan berdiskusi selama beberapa tahun.

Deputy General Counsel Facebook Paul Grewal menyebut bahwa perusahaannya berencana untuk mengajukan tuntutan kembali.

Grewal menilai bisnis pesan BlackBerry tidak lagi beroperasi dan telah mengabaikan upayanya untuk berinovasi sehingga mencoba mencari keuntungan dari inovasi yang dilakukan pihak lain.

Perusahaan yang pernah memimpin pasar smartphone ini menyebut bahwa tengah berupaya untuk mengumpulkan royalti dari perusahaan yang memanfaatkan perpustakaan paten global yang dimiliki oleh BlackBerry.

Perpustakaan tersebut terdiri dari 40.000 paten yang mencakup sistem operasi, infrastruktur jaringan, akustik, pesan, subsistem otomotif, keamanan siber, dan komunikasi nirkabel. Tuntutan yang dilayangkan BlackBerry kepada perusahaan teknologi ini bukanlah pertama kalinya.

Pada tahun lalu, Qualcomm membayar sebesar USD940 juta (Rp12,9 triliun) kepada BlackBerry, setelah panel arbitrasi mengonfirmasi bahwa perusahaan perancang chip tersebut berhutang kepada BlackBerry uang untuk menyelesaikan pertarungan terkait royalti.

Beberapa bulan setelahnya, BlackBerry mengumpulkan biaya dengan jumlah yang tidak diungkapkan, dari perusahaan asal Florida bernama Blu Products Inc., sebagai penyelesaian dari tuntutan terkait pelanggaran paten.

BlackBerry saat ini masih menunggu keputusan pengadilan terkait dengan tuntutan hukum yang didaftarkannya di negara bagian Delaware, Amerika Serikat, terhadap Nokia pada bulan Februari 2017. Tuntutan ini mempermasalahkan penggunaan teknologi komunikasi nirkabel 3G dan 4G oleh Nokia pada sejumlah perangkatnya.


(MMI)

Samsung Galaxy A9, Si Unik Berkamera Empat
Review Smartphone

Samsung Galaxy A9, Si Unik Berkamera Empat

5 days Ago

Samsung mengakhiri tahun 2018 dengan ponsel inovatif dalam hal kamera dengan dukungan empat kam…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.