Google Chrome Android Permudah Simpan Kata Kunci?

Lufthi Anggraeni    •    Minggu, 03 Dec 2017 14:34 WIB
google
Google Chrome Android Permudah Simpan Kata Kunci?
Google dilaporkan tengah mengembangkan fitur baru untuk mengekspor password yang tersimpan di Chrome versi Android ke platform lain.

Jakarta: Google dilaporkan tengah mengembangkan fitur baru untuk Google Chrome versi Android. Bukan fitur baru yang mengejutkan, fitur terkait dengan proses ekspor password tersebut diperkirakan akan disambut baik oleh pengguna.

Saat Google resmi merilisnya, fitur baru tersebut akan memungkinkan pengguna untuk mengekspor password yang telah tersimpan pada sistem sebagai file. File tersebut akan dapat diimpor ke Chrome pada platform lainnya.

Namun hingga saat ini, informasi tersebut belum mendapatkan konfirmasi dari pihak Google. Google Git menyebut bahwa outline implementasi fitur ekspor password belum didukung informasi terkait tipe atau enkripsi file ekspor, meski diperkirakan akan berformat khusus.

Pada screenshot yang beredar di Google Git, alat ekspor ahli password tersebut akan tersedia di Settings > Save passwords, di sudut kanan atas layar. Hingga saat ini, belum tersedia informasi terkait waktu implementasi fitur tersebut, namun diperkirakan dalam waktu dekat.

Sebelumnya, Google telah mengeluarkan kebijakan mengenai lockscreen monetization. Google menyatakan jika notifikasi yang ditampilkan tidak terkait langsung dengan aplikasi yang digunakan, sebuah aplikasi tidak boleh memonetisasi layar kunci atau lockscreen pada perangkat dengan tampilan iklan.

Google mungkin harus membayar kompensasi pada lebih dari 5 juta warga Inggris jika tuntutan dari sebuah grup bernama "Google You Owe Us" dimenangkan. Grup tersebut menuntut Google, mengklaim bahwa perusahaan pencarian itu telah mengumpulkan informasi pribadi pengguna dengan mengacuhkan pengaturan privasi pada peramban Safari di iPhone.

Berkat update yang digulirkan Google, Google Home kini berbekal kemampuan yang memungkinkan untuk menggabungkan dua perintah sekaligus saat berinteraksi dengan Google Home, meski belum dapat mengeksekusinya.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.