Wujudkan Ekonomi Digital, Indonesia Harus Perhatikan Keamanan Siber Nasional

Cahyandaru Kuncorojati    •    Rabu, 06 Dec 2017 18:19 WIB
cyber security
Wujudkan Ekonomi Digital, Indonesia Harus Perhatikan Keamanan Siber Nasional
Cyber Security Indonesia 2017 diselenggarakan sebagai forum diskusi dan meningkatkan kesadaran berbagai pihak di Indonesia pentingnya keamanan siber.

Jakarta: Hadirnya teknologi dan layanan digital di Indonesia sangat masif dan tidak bisa dilepaskan dari kehidupan sehari-hari. Namun, masih banyak dari kita yang tidak terlalu peduli akan keamanan siber dari teknologi dan layanan tersebut.

"Kalau bicara teknologi dan layanan digital pasti ada satu hal yang tidak ketinggalan untuk dibahas yaitu soal keamanannya. Apalagi Indonesia ingin memanfaatkan teknologi digital untuk mewujudkan negara dengan ekonomi digital. Keamanan siber nasional harus diprioritaskan juga," tutur Ketua ATSI (Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia) Merza Fachys.

Dalam perhelatan Cyber Security Indonesia 2017 yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center hari ini Rabu 6 Desember 2017, ATSI menjadi penyelenggara pameran layanan keamanan siber sekaligus diskusi mengenai kesadaran Indonesia atas keamanan siber nasional yang digelar mulai hari ini hingga 7 Desember 2017.

Merza mengingatkan bahwa Indonesia memiliki visi untuk menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara dengan total nilai USD130 miliar. Keamanan siber nasional tidak boleh dikesampingkan karena menjadi salah satu fondasi untuk mewujudkan visi tersebut.

"Keamanan siber harus mulai diperhatikan. Sejak Presiden Indonesia Joko Widodo mencanangkan visi dan misi Indonesia untuk menjadi negara ekonomi digital di 2020 faktor keamanan siber sudah menjadi salah pilar pendukung dari rencana tersebut," imbuh Dirjen Aplikasi Informatikan Kominfo Semuel A. Pangerapan.

Dia mengajak seluruh pihak membayangkan bagaimana ekonomi digital bisa terwujud jika transaksi yang ada di dalamnya tidak aman dan masyarakat tidak mempercayai layanan digital dan ekosistem digital yang sudah disiapkan.

Semuel membeberkan data dari ID SIRTII ((Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure) tahun 2016. Disebutkan ada 135.672.948 serangan siber yang terjadi di Indonesia. Pada tahun 2015 jumlahnya juga sudah terbilang banyak yakni sekitar 95 juta serangan siber.

Lantas bagaimana solusinya? Dalam kesempatan yang sama Kepala Lembaga Sandi Negara Joko Setiadi menuturkan bahwa seluruh stakeholder baik masyarakat Indonesia, pemerintah dan lembaga swasta harus bekerja sama untuk menyusun keamanan siber nasional sehingga Indonesia juga berdaulat di dunia digital.

"Pemerintah sadar kami juga punya tanggung jawab terhadap ruang siber Indonesia. Oleh sebab itu kami terus dalam proses melengkapi lembaga keamanan siber yang lengkap dan menyediakan beberapa metode pemantauan keamanan siber nasional," ungkap Joko.

Semuel mengingatkan keamanan siber bukan sebuah program yang ada batasnya. "Meningkatnya pengguna internet yang tidak dibarengi dengan literasi digital seperti soal keamanan siber hanya akan menambah celah terjadinya serangan siber," tegas Semuel.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.