Samsung Galaxy S9 Lebih Mahal Rp1 Juta dari Galaxy S8?

Lufthi Anggraeni    •    Rabu, 07 Feb 2018 09:55 WIB
samsung
Samsung Galaxy S9 Lebih Mahal Rp1 Juta dari Galaxy S8?
Samsung Galaxy S9 dan S9+ akan dipasarkan dengan harga USD100 lebih tinggi dari seri Galaxy S8.

Jakarta: Samsung Galaxy S9 akan berbekal fitur kamera dengan dukungan aperture lebih canggih, chipset lebih cepat dan opsi warna baru, yang akan mendongkrak harga jualnya.

Informasi terbaru yang beredar menyebut Samsung Galaxy S9 akan menjadi ponsel termahal di lini S. Mengutip salah satu sumber di industri kesepakatan ponsel mobile Inggris, Samsung Galaxy S9 dan S9+ akan dipasarkan USD100 (Rp1,3 juta) lebih tinggi jika dibandingkan pendahulunya yang diluncurkan tahun lalu, seri Galaxy S8.

Keputusan Samsung menawarkan harga tinggi tersebut akibat popularitas yang diperoleh Samsung Galaxy Note 8 dan iPhone X. Tingginya permintaan akan dua smartphone unggulan ini dinilai Samsung menunjukan bahwa banyak konsumen yang tidak keberatan mengeluarkan banyak uang.

Namun, sejumlah laporan analis menyebut perangkat dengan harga tinggi ini menjadi penyebab penurunan pendistribusian smartphone yang terjadi pada kuartal empat tahun 2017. Meskipun demikian di periode tersebut, Apple dan Samsung memperoleh keuntungan cukup baik, sehingga tren penawaran harga tinggi ini akan berlanjut pada tahun 2018.

Sementara itu, Samsung harus lengser dari peringkat kedua daftar produsen dengan distribusi tablet tertinggi selama 2017, dan menyerahkan posisinya ke Amazon. Sedangkan pada peringkat pertama daftar ini ditempati oleh Apple iPad.

Tidak hanya keuntungan dari penjualan smartphone unggulan terbarunya, Samsung juga mendapatkan kabar baik setelah Seoul High Court mengumumkan perubahan keputusan awalnya, dan membebaskan ice Chairman Samsung Electronics Jay Y. Lee setelah mendekam di tahanan selama 353 hari.

Sebagai informasi, Lee harus mendekam di penjara akibat tersangku kasus penyuapan dan penggelapan uang yang melibatkan presiden Korea Selatan yang kala itu menjabat, yaitu Park Geun-hye. Lee  dituduh mengirimkan uang sebesar hampir USD40 juta (Rp540,5 miliar) dari anak perusahaan Samsung ke dua yayasan yang dikelola oleh Choi Soon-sil, rekan Presiden Park.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.