Perusahaan Ini Mulai Produksi Kabel Fiber Optik di Luar Angkasa

Riandanu Madi Utomo    •    Rabu, 20 Dec 2017 10:18 WIB
antariksasains
Perusahaan Ini Mulai Produksi Kabel Fiber Optik di Luar Angkasa
Stasiun luar angkasa internasional (NASA)

Jakarta: Pada tanggal 15 Desember kemarin SpaceX kembali berhasil meluncurkan roket ke luar angkasa dalam misi CRS-13.

Misi tersebut merupakan salah satu misi "resupply" dari NASA untuk stasiun luar angkasa internasional (ISS). Yang menarik kali ini adalah misi CRS-13 membawa alat khusus untuk membuat kabel fiber optik di lingkungan mikro gravitasi.

Alat yang dibuat oleh Made In Space, Inc. (MIS) tersebut memungkinkan astronot di ISS membuat kabel fiber optik jenis baru bernama ZBLAN. Nantinya astronot juga akan membuat kabel sepanjang kurang lebih 1 kilometer di dalam ISS menggunakan alat khusus tersebut.

Setelah selesai, kabel tersebut akan dikirim kembali ke Bumi dan MIS berencana untuk menguji serta menjual kabel tersebut.

Ini adalah sebuah langkah yang revolusioner karena MIS merupakan perusahaan pertama yang memanfaatkan kondisi luar angkasa untuk memproduksi produk komersil. Jika berhasil, luar angkasa mungkin tidak hanya akan menjadi lokasi untuk mengadakan riset, melainkan juga sebagai kawasan memproduksi produk yang tidak bisa dilakukan di Bumi.

Lalu mengapa harus di luar angkasa?

Menurut Futurism, MIS merupakan perusahaan yang memang fokus bergerak di produksi kabel fiber optik lintas benua. Kabel tersebut saat ini digunakan untuk komunikasi data antar negara dan merupakan penopang sistem komunikasi modern termasuk internet.

Masalahnya adalah kabel fiber optik yang ada saat ini dirasa masih belum cukup untuk menopang kebutuhan konektivitas saat ini.

Sinyal yang dialirkan melalui kabel tersebut masih mudah hilang ketika mencapai jarak tertentu sehingga dibutuhkan alat khusus untuk memperkuat sinyal. Sayangnya, alat tersebut dapat memperbesar latency atau jeda waktu komunikasi data sehingga berpengaruh langsung pada performa.

Setelah diteliti, salah satu penyebab sinyal mudah hilang di kabel fiber optik adalah adanya pengkristalan molekul gelas silika yang merupakan bahan utama kabel tersebut. Pengkristalan terjadi karena pengaruh gravitasi saat produksi dan hal tersebut yang ingin dieliminasi oleh MIS.

Berbeda dengan kabel fiber optik lainnya, ZBLAN diproduksi di luar angkasa yang hampir tidak memiliki gravitasi. Dengan demikian ZBLAN mampu tampil hampir tanpa pengkristalan pada molekul gelas silika yang digunakan.

MIS mengklaim ZBLAN mampu menghadirkan sinyal data hingga 100 kali lebih kuat dan bandwidth yang jauh lebih besar. Jika diterapkan dengan benar, ZBLAN akan membantu mendongkrak kecepatan internet di seluruh dunia.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.