Sembarangan Unggah Video Bisa Bikin YouTuber Dapat Hukuman Ekstra

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 10 Jan 2018 15:53 WIB
youtube
Sembarangan Unggah Video Bisa Bikin YouTuber Dapat Hukuman Ekstra
YouTube mempertimbangkan untuk memberikan hukuman ekstra pada YouTuber yang mengunggah jenazah bunuh diri.

Jakarta: YouTube mempertimbangkan untuk memberikan "konsekuensi lebih lanjut" untuk Logan Paul, seorang YouTuber yang belum lama ini mengunggah video yang menunjukkan jenazah seseorang yang meninggal karena bunuh diri. 

Paul mendapatkan kritik keras karena mengunggah video ketika dia mengunjungi "hutan bunuh diri" di Jepang. Di tengah-tengah hujan kritik tersebut, Paul menghapus video kontroversial tersebut dan meminta maaf lebih dari satu kali.

Selain Paul, YouTube juga mendapatkan kritik karena tidak mengambil tindakan tegas. Karena itulah, perusahaan itu akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi, satu minggu setelah kontroversi tersebut muncul. 

"Kami memang membutuhkan waktu lama untuk merespon, tapi kami telah mendengarkan semua hal yang Anda ungkapkan," kata YouTube melalui Twitter.

"Kami tahu bahwa tindakan dari seorang kreator bisa memengaruhi keseluruhan komunitas, karena itu, sebentar lagi kami akan memberikan informasi lebih tentang langkah yang kami ambil untuk memastikan video seperti ini tidak lagi beredar."

Menurut Money CNN, pernyataan tersebut mungkin mengimplikasikan bahwa YouTube akan mengubah peraturan dan algoritma mereka.

Melalui Twitter, YouTube mengaku mereka mengerti frustasi masyarakat akan respon mereka yang terlambat. "Anda berhak untuk merasa frustasi," tulis YouTube, memulai kumpulan kicauan untuk menjelaskan langkah mereka dalam menjawab masalah video Paul.

"Anda berhak tahu apa yang terjadi. Sama seperti banyak orang lain, kami marah dan kecewa atas video yang diunggah minggu lalu. Bunuh diri bukanlah lelucon, dan bunuh diri seharusnya tidak menjadi sesuatu yang digunakan untuk meningkatkan jumlah penonton."


Logan Paul. (Wikipedia)

The Verge melaporkan, Paul mengunggah video kontroversi itu pada 31 Desember 2017. Video tersebut berisi perjalanannya ke Aokigahara, yang juga dikenal sebagai "hutan bunuh diri". Video tersebut dengan cepat menuai kritik. Banyak orang yang marah karena Paul dianggap membuat bunuh diri menjadi sesuatu yang sensasional. Keputusannya untuk mengunggah vlog itu sendiri menuai kritik. 

Paul kemudian menghapus video tersebut dan meminta maaf dua kali. Dia menyebutkan, dia hanya ingin meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan mental dan bunuh diri. "Saya seharusnya tidak mengunggah video itu," kata Paul dalam pernyataan maafnya yang kedua. "Saya harusnya meletakkan kamera dan berhenti merekam apa yang kami lihat."

Keesokan harinya, Paul membuat kicauan yang menyebutkan bahwa dia akan mengambil waktu untuk "berkaca" dan tidak akan mengunggah vlog untuk sementara. Sejak itu, dia tidak pernah mengunggah cuitan atau vlog baru.

Seorang YouTuber dan selebritas, Anna Akana mengemukakan pendapatnya. "Jenazah itu dulunya adalah seorang manusia yang dicintai seseorang. Anda tidak seharusnya masuk ke hutan bunuh diri dengan kamera dan mengklaim ingin meningkatkan kesadaran akan kesehatan mental," katanya. Pendapat Akana ini disetujui oleh banyak warganet.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.