Aplikasi Twitter Tinggalkan Windows Phone 8.1

Lufthi Anggraeni    •    Senin, 11 Jun 2018 12:46 WIB
twitter
Aplikasi Twitter Tinggalkan Windows Phone 8.1
Pengguna perangkat Windows Phone 8.1 tidak lagi dapat menggunakan aplikasi Twitter pada perangkatnya.

Jakarta: Aplikasi Twitter Mobile tidak lagi dapat berfungsi pada perangkat bersistem operasi Windows Phone 8.1 pada tahun 2018. Hal ini dinilai bukan sebagai hal yang mengejutkan, karena Twitter telah mengumumkan akan menghentikan dukungannya untuk platform ini mulai bulan Juni.

Twitter juga meghentikan dukungan untuk perangkat bersistem operasi Windows 10 Mobile yang dirilis sebelum tanggal peluncuran software Fall Creators Update. Situs Twitter pada perambang Internet Explorer versi mobile juga disebut memiliki bug yang secara tidak tepat menampilkan halaman koneksi eror.

Halaman ini akan muncul setelah pengguna mengirimkan tweet baru atau membalas ke tweet yang dikirimkan pengguna lain. Mengetuk tombol Back dilaporkan akan mengembalikan kondisi seperti sedia kala, namun akan kembali terjadi saat pengguna ingin melakukan aktivitas tersebut.

Pengguna perangkat Windows Phone 8.1 disarankan untuk menggunakan aplikasi Twitter pihak ketiga untuk dapat menggunakannya di perangkat. Aplikasi pihak ketiga untuk Twitter telah tersedia sejak Nokia Lumia 530 diluncurkan ke pasar.

Terdapat sejumlah aplikasi pihak ketiga yang dapat ditemukan di toko aplikasi Microsoft Store. Pengguna dapat mencobanya terlebih dahulu sebelum menemukan aplikasi yang disukai.

Sejumlah pilihan aplikasi tersebut termasuk Peregrine, weeTweet, Fake Tweet, dan mo Tweets yang ditawarkan secara gratis, dan Tweetium yang ditawarkan seharga USD2,99 (Rp41.527).

Jika aplikasi pihak ketiga ini tidak memuaskan, pengguna disarankan untuk membeli ponsel baru yang menggunakan sistem operasi Android atau iOS, yang mendukung seluruh aplikasi populer.

Sebelumnya, hakim pengadilan federal memutuskan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak bisa memblokir pengguna Twitter yang mengkritik kebijakannya di media sosial tersebut.

Tujuh pengguna Twitter menuntut Trump pada bulan Juli tahun lalu setelah sang presiden memblokir mereka karena mengkritik dan menghinanya di media sosial.

Grup itu menganggap pemblokiran mereka di Twitter adalah pelanggaran atas Amandemen Pertama, yang membahas tentang kebebasan berbicara, kebebasan pers dan hak rakyat untuk menyampaikan petisi pada pemerintah.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.