Tagar Tolak Terorisme Berkobar di Media Sosial

Lufthi Anggraeni    •    Minggu, 13 May 2018 14:46 WIB
twitterTeror Bom di Surabaya
Tagar Tolak Terorisme Berkobar di Media Sosial
Sejumlah tagar terkait dengan insiden terorisme digunakan pengguna untuk menyampaikan belasungkawa di Twitter.

Jakarta: Insiden terkait terorisme yang terjadi di Mako Brimob disusul ledakan di tiga gereja di Surabaya yang hingga saat ini mencatatkan sembilan korban tewas dan 40 korban luka.

Ini memicu kekhawatiran dan empati pengguna media sosial, yang disampaikan melalui sejumlah tagar yang meramaikan Twitter.

Sejumlah tagar tersebut adalah #Surabaya yang menduduki peringkat pertama trending topic Twitter, diikuti oleh tagar #KamiTidakTakutTerorisme serta #BersatuLawanTerorisme. Tagar tersebut digunakan untuk menyuarakan ketidaksetujuan pengguna Twitter oleh tindakan teror yang kembali terjadi.

Hingga saat artikel ini ditulis, sebanyak 164 ribu tweet dilayangkan pengguna Twitter bertagar Surabaya, sebanyak 13,7 ribu bertagar Kami Tidak takut Teroris dan 12,5 ribu bertagar Bersatu Lawan Terorisme.

Tidak hanya pengguna Twitter secara individual, tagar tersebut juga digunakan oleh sejumlah organisasi untuk menyampaikan informasi dan belasungkawa serta dukungan untuk korban insiden.

  Selain tiga tagar teratas tersebut, tagar terkait lain yang turut menghiasi daftar trending topic adalah Polri SBY Syahid. Tagar ini digunakan pengguna Twitter untuk menyampaikan belasungkawa kepada petugas kepolisian yang turut menjadi korban dari insiden ledakan di Surabaya tersebut.

  Terkait dengan foto yang menampilkan insiden tersebut, pemerintah seperti yang disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengimbau masyarakat untuk tidak ikut menyebarkan atau memviralkan foto korban melalui medium apapun.

Sebab penyebaran foto tersebut dinilai pemerintah sebagai bentuk dukungan dari tujuan para teroris dalam menyebarkan ketakutan kepada masyarakat. Selain itu, pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk mendukung kerja pihak berwenang dengan memberikan ruang seluas mungkin untuk mereka.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.