Adobe Pakai AI untuk Kenali Foto Palsu

Cahyandaru Kuncorojati    •    Minggu, 24 Jun 2018 10:19 WIB
teknologi
Adobe Pakai AI untuk Kenali Foto Palsu
Ilustrasi aplikasi Adobe. (Adobe)

Jakarta: Adobe merilis laporan teknologi AI (kecerdasan buatan) yang mampu mengenali sebuah foto palsu dalam hitungan detik.

Dikutip dari Digital Trends, Senior Researcher Adobe Vlad Morariu dalam situs Adobe menyatakan bahwa mereka ingin menanggulangi dampak buruk dari penyuntingan foto untuk hoaks dan ingin ikut meningkatkan kepercayaan terhadap media digital.

Teknologi AI yang tengah dikembangkan oleh Morariu dan perusahaannya diklaim mampu menelusuri jejak penyuntingan yang dilakukan terhadap sebuah foto sehingga dalam waktu singkat bisa mengenali apakah sebuah foto memang asli atau rekayasa.

"Setiap format file berisi metadata yang menyimpan informasi mengenai bagaimana file foto tersebut dihasilkan atau ditangkap oleh kamera dan dimanipluasi atau disunting. Meskipun begitu semua elemen-elemen dalam foto tetap masih bisa mengalami proses penyuntingan sehingga prosesnya lebih sulit dan memakan waktu lebih lama," ungkap Morariu.

Menurutnya teknologi AI menjadi sebuah solusi yang tepat untuk mengembangkan sistem forensik yang digunakan menganalisa sebuah foto asli atau palsu.

Teknologi AI yang dikembangkan Adobe bisa dilatih untuk mengenali foto asli dan palsu sehingga dalam prosesnya bisa lebih cepat mengenali setiap foto yang diberikan.

"Ada tiga fokus yang dianalisis, splicing yakni mengenali bagian dua foto yang berbeda kemudian digabungkan, copy-move untuk mengetahui perpindahan objek di dalam foto serta penggandaan objek di posisi satu ke posisi lain di dalam foto, serta removal yaitu mengetahui bagian atau objek foto yang dihapus dan diisi dengan objek lainnya," jelas Morariu.




(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.