Apple Diminta Bayar Rp6,9 Triliun ke Patent Troll

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 12 Apr 2018 12:45 WIB
apple
Apple Diminta Bayar Rp6,9 Triliun ke Patent Troll
Apple diminta untuk bayar patent troll. (Wikimedia Commons)

Jakarta: Hakim federal di Texas memutuskan Apple harus membayar VirnetX -- yang sering dianggap perusahaan penipuan paten -- USD502,6 juta (Rp6,9 triliun).

Ini adalah kabar terbaru dari pertarungan panjang di pengadilan yang dimulai sejak 2010. Kemungkinan, ini bukanlah akhir dari drama ini.

Tuntutan pada Apple pertama kali masuk ke pengadilan pada 2010. Ketika itu, VirnetX mengklaim bahwa Apple telah melanggar empat paten terkait komunikasi online, yang Appe gunakan pada FaceTime dan iMessage.

Sejak saat itu, Apple telah melakukan banding dan balik menuntut VirnetX. Banding tearkhir yang Apple ajukan adalah pada Oktober 2017, ketika Apple diminta membayar USD439,7 juta (Rp6,1 triliun).

"Buktinya jelas," kata CEO VirnetX, Kendall Larson pada wartawan setelah sidang, seperti yang dikutip dari Digital Trends.

"Berikan kebenaran dan Anda tidak perlu khawatir tentang apapun."

VirnetX merupakan perusahaan yang sering dianggap sebagai "patent troll", perusahaan yang bisnis utamanya menuntut perusahaan lain berdasarkan regulasi paten. Seperti yang disebutkan The Verge, meskipun VirnetX memiliki markas di Nevada, mereka melaporkan Apple di Texas timur, yang hukum terkait patennya lebih longgar. 

VirnetX mengakui bahwa model bisnis mereka memang didasarkan pada paten. Dalam dokumen SEC, mereka menyebutkan bahwa "portofolio properti intelektual merupakan dasar dari model bisnis kami."

Pada 2017, Mahkamah Agung menentukan bahwa pemilik paten tidak lagi bisa menentukan dimana mereka akan mengajukan tuntutan terkait paten.

Mahkamah Agung tampaknya tengah berusaha melawan "patent troll", karena itu, ada kemngkinan tuntutan dari VirnetX pada Apple ini bisa ditutup tanpa memaksa Apple membayar perusahaan tersebut.


(MMI)

Xiaomi Mi A2 Lite, Layak Anda Beli?
Review Smartphone

Xiaomi Mi A2 Lite, Layak Anda Beli?

10 hours Ago

Seperti apakah Xiaomi Mi A2 Lite? Apakah ponsel ini bisa memikat hati? Berikut ulasan Medc…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.