Berbuat Curang, YouTube Hapus Konten di Ratusan Channel

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 07 May 2018 17:52 WIB
youtube
Berbuat Curang, YouTube Hapus Konten di Ratusan Channel
YouTube menghapus konten dari ratusan channel karena mengandung iklan yang melanggar aturan. (AFP PHOTO / LIONEL BONAVENTURE)

Jakarta: Konten dari ratusan channel YouTube dihapus karena mempromosikan layanan penulisan esai bagi siswa yang ingin tugasnya dikerjakan orang lain. Keberadaan layanan tersebut diketahui setelah investigasi. 

Minggu lalu, BBC merilis laporan investigasi. Dari penyelidikan tersebut, diketahui bahwa ada lebih dari 250 channel YouTube yang mempromosikan perusahaan Ukraina bernama EduBirdie yang menjual jasa penulisan esai pada murid yang ingin berbuat curang, lapor The Verge

Perusahaan itu berkata, layanan mereka berguna untuk "riset pada subyek, membuat input awal untuk penulisan selanjutnya... penulisan ulang sesuai dengan standar edukasi dan disesuaikan dengan peraturan universitas Anda terkait plagiarisme."

EduBirdie memasang iklan di ratusan channel YouTube, yang menyebutkan bahwa layanan tersebut adalah cara mudah untuk lulus dari sebuah kelas. BBC menemukan salah satu video yang mengandung iklan ini sudah ditonton sebanyak lebih dari 700 juta kali. 

Setelah penyelidikan yang dilakukan oleh BBC, YouTube memberikan notifikasi pada pemilik channel bahwa mereka akan menghapus video mereka jika video melanggar peraturan.

Menjual layanan penulisan esai memang tidak terlarang. Namun, kreator hanya bisa memasukkan iklan dalam video jika iklan itu sesuai dengan peraturan YouTube. Inilah yang menjadi masalah.

YouTube melarang iklan tentang "bantuan akademik", termasuk layanan untuk membantu seseorang membuat laporan akademis atau lulus ujian.

Karena melanggar peraturan tersebut, maka YouTube menghapus konten dari sebagian channel. BBC menyebutkan, ada beberapa channel yang harus merelakan ratusan video dihapus. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.