Prosesor Tetap Jadi Penentu Performa Ponsel

Cahyandaru Kuncorojati    •    Jumat, 04 May 2018 14:19 WIB
qualcommsmartphone
Prosesor Tetap Jadi Penentu Performa Ponsel
Prosesor untuk sebuah smartphone.

Jakarta: Setiap vendor smartphone juga memiliki beragam strategi dan keunggulan yang ditawarkan untuk memikat hati konsumen. Harga mungkin menjadi salah satu pertimbangan. Harga yang paling pas dengan isi kantong Anda biasanya menjadi pilihan.

Meskipun begitu, fitur yang ditawarkan dari harga tersebut juga tidak boleh diacuhkan dari pertimbangan Anda. Satu hal lagi yang pelu diingat adalah seluruh fitur maupun performanya sangat bergantung pada prosesor di dalamnya.

Prosesor Qualcomm Snpadragon 636 merupakan anggota keluarga paling baru, menyimpan CPU Kryo 260 empat core dan GPU Adreno 509. CPU yang digunakan diklaim mampu memberikan kecepatan 1,8GHz. Dibandingkan anggota keluarga seri 600 lainnya kecepatan kinerja dan kemampuannya jauh lebih tinggi.

Qualcomm Snapdragon 625 memang memiliki kecepatan lebih tinggi dari Snapdragon 636, 2,0GHz. Meskipun begitu, Snapdragon 636 menggunakan Kryo 260 yang berbasis ARM Cortex-A73 yang sebelumnya digunakan Snapdragon seri 800, sehingga diklaim tetap menampilkan performa lebih baik.

Bahkan pihak Qualcomm menyebutkan bahwa dibandingkan dengan Snapdragon 630 yang setingkat di atas Snapdragon 625, performa yang ditawarkan Snapdragon 636 masih 40 persen jauh lebih baik berkat Kryo 260. 

Oleh sebab itu, tidak mengherankan apabila pada pengujian menggunakan aplikasi benchmark PCMark Work 2.0 Snapdragon 636 mampu menghasilkan skor yang lebih baik. ASUS Zenfone Max Pro M1, misalnya, yang hadir menggunakan prosesor Qualcomm Snapdragon 636 dan didukung RAM 3GB serta memori internal 32GB.



Dalam pengujian yang dilakukan Medcom.id antara ASUS Zenfone Max Pro M1 yang menggunakan Qualcomm Snapdragon 636 dan smartphone lain yang menggunakan Snapdragon 625. Smartphone dengan Snapdragon 636 mampu menghasilkan skor 5884 dan yang menggunakan Snapdragon 625 hanya mendapatkan skor 4843.



GPU atau Graphic Processing Unit berperan mengolah konten seperti gambar dan video terutama yang berbentuk 3D seperti pada game.

CPU yang terbaik juga harus satu paket dengan GPU yang mampu mengolah konten gambar atau video dengan sangat mulus. Snapdragon 636 menggunakan GPU Adreno 509 sedangkan Snapdragon 625 mengandalkan Adreno 506.

Pada pengujian menggunakan 3DMark Slingshot Extreme diperoleh hasil skor yang lebih tinggi pada Snapdragon 636 karena mampu menyajikan foto lebih tajam dan video 3D lebih detil sekaligus lancar ketimbang Snapdragon 625.

Hasilnya Snapdragon 636 mendapatkan skor pengujian sebesar 928 dengan selisih hampir separuhnya dari Snapdragon 625 yang hanya mendapatkan skor 463. Perbedaannya terasa pada saat menggunakannya untuk memainkan game dengan tampilan grafis yang cukup detil atau konfigurasi rata kanan alias ultra.

Smartphone dengan prosesor Qualcomm Snapdragon 636 mampu memainkan game dengan konfigurasi grafis tinggi dengan lancar, berbeda dengan yang menggunakan Snapdragon 625 yang pasti akan mengalami stuttering atau patah-patah.

Pada grafik perbandingan performa secara keseluruhan bisa terlihat bahwa skor yang dicatatkan jauh lebih tinggi dan hal tersebut akan terasa jelas perbedaannya sangat membandingkannya lewat pengalaman menggunakannya.

Jadi, dalam memilih smartphone, harga bukan satu-satunya indikator, tetapi kembali ke fitur dan khususnya prosesor yang digunakan, karena sifat prosesor yang sebetulnya sama seperti sebuah otak pada tubuh manusia.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.