Huawei Gandeng LG untuk Panel Layar Ponsel Ultra-Premium

Lufthi Anggraeni    •    Selasa, 03 Apr 2018 15:42 WIB
lghuawei
Huawei Gandeng LG untuk Panel Layar Ponsel Ultra-Premium
Huawei akan menggunakan panel OLED karya LG pada smartphone ultra-premium karyanya.

Jakarta: Huawei kini beralih ke LG sebagai sumber untuk panel OLED yang digunakannya pada model smartphone tertentu. Perangkat pertama Huawei yang didukung oleh panel layar OLED karya LG adalah Huawei Mate RS Porsche Design.

Perangkat yang disebut Huawei sebagai ponsel ultra-premium ini akan mengusung layar OLED berukuran 6 inci dengan tepian berlekuk, dan dukungan sensor pemindai sidik jari di bawah layar. Sensor ini dapat diaktifkan dengan menyentuh layar di bagian mana saja.

Perangkat Huawei ini akan dipasarkan dengan harga sebesar EUR1.695 atau setara dengan USD2.103 (Rp30,04 juta) untuk model dengan kapasitas ruang penyimpanan internal 256GB, dan EUR2.095 atau USD2.599 (Rp37,13 juta) untuk versi ruang penyimpanan internal 512GB.

Sementara itu untuk LG, menyediakan panel layar untuk Huawei Mate RS Porsche Design dinilai dapat menjadi cara untuk mengukuhkan eksistensinya di ranah produsen panel layar. Hingga saat ini, perangkat ini menjadi produk bermerek Huawei satu-satunya yang menggunakan panel layar karya LG.

Jika LG berhasil lulus pengujian, hal ini dapat membantu raksasa teknologi konsumen asal Korea Selatan ini untuk meningkatkan pendapatannya. Sebagai informasi Huawei merupakan perusahaan smartphone terbesar ketiga di dunia, dan diprediksi memiliki potensi untuk menjadi nomor satu.

LG tergolong pendatang baru di ranah bisnis penjualan panel OLED untuk smartphone. Panel karyanya telah dapat ditemukan pada smartphone Pixel 2 XL, yang diproduksi LG. Sayangnya, sejumlah informasi menyebut panel tersebut mengalami permasalahan termasuk kesan terbakar pada layar.

Sebelumnya, World Intellectual Property Organization (WIPO) menerbitkan paten ponsel lipat Huawei pada 30 Maret lalu, disertai dengan gambar hasil pemikiran Huawei terkait ponsel berdesain lipat tersebut. Pada posisi terbuka, perangkat berdesain lipat Huawei ini merupakan tablet berukuran penuh.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.