Google Gelar Kabel Bawah Laut Jepang-Guam-Australia

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 05 Apr 2018 12:39 WIB
internetgoogle
Google Gelar Kabel Bawah Laut Jepang-Guam-Australia
Google akan bangun kabel bawah laut baru. (AFP PHOTO / NOAH SEELAM)

Jakarta: Google membangun kabel bawah laut baru. Kabel ini akan menghubungkan Jepang dengan Guam dan Guam dengan Australia. Kabel ini akan memiliki panjang 9.500 kilomenter.

Ini bukanlah proyek kecil, bahkan untuk Google sekalipun. Meskipun begitu, Google merasa, proyek ini penting bagi mereka, baik dari segi ekonomi maupun teknis. Kabel yang dinamai JGA ini akan terhubung dengan kabel Hong Kong-Singapura-Australia sehingga kawasan Asia Pasifik akan dilingkari oleh kabel bawah laut. 

"JGA dikembangkan oleh NEC Corporation dan Alcatel Submarine Networks. Segmen JGA-South kini tengah dikembangkan oleh konsorsium yang terdiri dari AARnet, Google dan RTI-C. Sementara segmen JGA-North merupakan proyek swasta yang dikembangkan oleh RTI-C," tertulis tentang proyek baru dari Google ini dalam blog post

Keputusan Google didasarkan pada alasan ekonomi terkait besarnya trafik internet Google, jelas Vijay Vusirikala, seorang Principal Engineer Google yang mengkhususkan diri tentang kabel bawah laut. Biaya membangun kabel laut akan menjadi lebih murah bagi Google ketika mereka telah mencapai tingkat penggunaan tertentu. 



"Ini pada dasarnya adalah pembangunan infrastruktur dalam skala besar dan dalam skala besar, kita bisa mendapatkan keuntungan optimasi," kata Vusirikala.

"Kami telah menggunakan kabel yang telah ada untuk menghubungkan bagian-bagian dari kawasan Asia Pasifik. Pengumuman ini merupakan bagian dari sekumpulan investasi yang kami lakukan untuk meningkatkan ekonomi," ujarnya. 

Proyek yang Google umumkan ini bisa baru selesai pada tahun depan. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah membangun kabel di pabrik. Kabel-kabel ini dibuat agar bisa bertahan ketika dibiarkan di dalam laut.

Masing-masing kabel mengandung serat kabel yang terbuat dari kaca berkualitas tinggi yang bisa membawa 100 terabits. Google menyebutkan, 100 terabits sama dengan 63 ribu foto per detik atau lebih dari 650 ribu siaran langsung video HD. 

Sementara kabel dibangun, para ahli akan memetakan rute yang paling optimal untuk meminimalisir tingkat latensi kabel. Pada saat yang sama, mereka juga harus mempertimbangkan rute yang memudahkan kabel dibangun. 


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.