Elon Musk Dituntut, Kenapa?

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 28 Sep 2018 10:20 WIB
teslaelon musk
Elon Musk Dituntut, Kenapa?
Elon Musk adalah CEO Tesla.

Jakarta: Securities and Exchange Commission dari Amerika Serikat menuntut CEO Tesla Elon Musk atas tuduhan membuat pernyataan salah pada investor.

Salah satu hukuman yang mereka minta pada hakim federal adalah agar Musk dilarang memegang jabatan sebagai direktur atau eksekutif di Tesla. 

Tuntutan ini dibuat atas dasasr kicauan yang Musk buat pada 7 Agustus. Ketika itu, dia menyebutkan bahwa dia ingin membuat Tesla menjadi perusahaan privat. 

"Mempertimbangkan untuk menjadikan Tesla sebagai perusahaan tertutup dengan harga saham USD420 per lembar," kata Musk.

"Sudah mendapatkan dananya."

SEC menyebutkan, padahal ketika itu, Musk belum mendapatkan pendanaan yang diperlukan. "Faktanya, Musk bahkan belum mengonfirmasi atau bahkan mendiskusikan, persyaratan utama, termasuk harga, dengan sumber pendanaan," kata SEC, seperti yang dikutip dari Money CNN

Kicauan Musk itu, dan beberapa kicauan yang Musk buat beberapa jam setelah tweet tersebut menyebabkan kebingungan pada para investor terkait saham Tesla. Selain itu, sekumpulan kicauan yang Musk buat juga merugikan investor, kata SEC.

Saat Musk membuat kicauan tentang rencananya menjadikan Tesla sebagai perusahaan privat, nilai saham Tesla naik 9 persen. Sejak saat itu, nilai saham Tesla telah menurun. Pada hari Kamis kemarin, nilai saham Tesla turun lebih dari 11 persen. 

"Langkah tak adil dari SEC ini membuat saya sangat sedih dan kecewa," kata Musk dalam sebuah pernyataan resmi.

"Saya selalu mengambil tindakan dengan memikirkan fakta, transparansi dan investor. Integritas adalah nilai paling penting dalam hidup saya dan fakta menunjukkan bahwa saya tidak pernah melanggar nilai itu."


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.