Kalahkan Google, Microsoft Jadi Perusahaan Terbesar Ketiga Dunia

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 31 May 2018 12:13 WIB
googlemicrosoft
Kalahkan Google, Microsoft Jadi Perusahaan Terbesar Ketiga Dunia
CEO Microsoft Satya Nadella. (AFP PHOTO / Jason Redmond)

Jakarta: Untuk pertama kalinya dalam tiga tahun, valuasi Microsoft melampaui Alphabet, perusahaan induk Google. Microsoft kini memiliki valuasi USD753 miliar (Rp10.443 triliun) sementara Alphabet USD739 miliar (Rp10.249 triliun).

Ini menjadikan Microsoft sebagai perusahaan dengan valuasi terbesar ketiga di dunia setelah Apple dan Amazon. 

Namun, menurut The Verge, kemungkinan, posisi Microsoft ini hanya sementara. Valuasi Google pertama kali melebihi Microsoft pada 2012. Sejak saat itu, keduanya terus berebut posisi perusahaan terbesar ketiga di dunia.

Meskipun begitu, ini menunjukkan kesuksesan CEO Satya Nadella dalam meningkatkan valuasi perusahaan sejak CEO Steve Ballmer mengundurkan diri. 

Sejak Nadella menjadi CEO Microsoft empat tahun lalu, nilai saham Microsoft naik hingga lebih dari dua kali lipat. Nadella mengubah fokus Microsoft pada teknologi antar-platform, cloud, kecerdasan buatan (AI), komputasi quantum dan juga headset mixed reality (AR dan VR). 

Nadella juga memutuskan berhenti membuat Windows Phone yang dianggap gagal. Sejak Nadella menjadi bos Microsoft, perusahaan juga tidak lagi mencoba untuk menjadikan Windows sebagai pusat semua bisnisnya. 


Satya Nadella menjabat sebagai CEO Microsoft sejak empat tahun lalu. (Foto: AFP PHOTO / GERARD JULIEN)

Memang, valuasi Microsoft masih tertinggal jauh dari Apple yang memiliki valuasi USD923 miliar (Rp12.800 triliun) atau Amazon dengan valuasi USD782 miliar (Rp10,845 triliun). Namun, mereka memiliki bisnis yang beragam sebagai sumber pendapatan.

Google mendapatkan 90 persen pendapatannya dari iklan dan iPhone berkontribusi 60 persen dari total pendapatan Apple. Sementara itu, sumbangan pendapatan dari berbagai divisi Microsoft cukup merata. 

Dalam laporan keuangan terbaru Microsoft, diketahui bahwa divisi Windows, Surface dan gaming menyumbang 35 persen total pendapatan sementara cloud berkontribusi 30 persen dan Office serta aplikasi produktivitas lainnya 30 persen. 

Beberapa analis percaya, bisnis cloud Microsoft bisa naik dua kali lipat dalam beberapa tahun ke depan. Ini akan membantu Microsoft mendapatkan valuasi USD1 triliun. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.