HMD Global Himpun Rp1,4 Triliun Demi Ponsel Nokia

Lufthi Anggraeni    •    Selasa, 22 May 2018 08:48 WIB
nokia
HMD Global Himpun Rp1,4 Triliun Demi Ponsel Nokia
HMD Global mengumumkan telah menghimpun dana sebensar USD100 juta untuk meningkatkan pertumbuhan smartphone Nokia.

Jakarta: Kesepakatan HMD Global dengan Nokia terkait perizinan merek smartphone mengalami kesuksesan. Hal ini ditandai oleh penggunaan metode flash sale untuk meluncurkan Nokia X6, ditutup dengan unit perangkat yang terjual habis dalam 10 detik.

Merek Nokia juga dilaporkan mulai menemukan revelansinya dengan kehidupan dan keinginan masyarakat. Hal ini ditandai oleh penjualan unit smartphone sebanyak 4,4 juta selama kuartal empat tahun 2017, mengungguli HTC, OnePlus, Google, Sony dan Lenovo di periode yang sama.

Nokia dinilai tidak harus menjual mereknya kepada perusahaan lain jika pada tahun 2011, CEO Nokia Stephen Elop lebih memilih untuk menghadirkan perangkat baru Nokia dengan sistem operasi Android dan bukan Windows Phone. Namun Elop mengaku tidak pernah menyesali keputusannya tersebut.

Pada tahun 2013, Nokia mengumumkan penjualan bisnis perangkatnya kepada Microsoft senilai USD7,2 miliar (Rp101,4 triliun). Kesepakatan antara kedua perusahaan teknologi ini termasuk klausul non-persaingan, mencegah nama Nokia digunakan pada smartphone hingga akhir 2016.

Pada Mei 2016, HMD Global memperoleh izin menggunakan nama Nokia, yang melahirkan era baru. Kini, HMD Global mengumumkan telah menghimpun dana sebesar USD100 juta USD100 juta (Rp1,4 triliun) untuk meningkatkan pertumbuhan dari kebangkitan merek Nokia.

Pada tahun lalu, HMD Global menjual sebanyak 70 juta perangkat bermerek Nokia, dengan penjualan bernilai USD2,1 miliar (Rp29,5 triliun). Pada tahun 2017, Nokia menjadi merek ponsel feature dengan penjualan tertinggi dan menduduki peringkat 11 pada daftar smartphone dengan penjualan terbaik menurut Counterpoint Research.

Pada tahun ini, HMD Global menyebut berencana untuk menggandakan saluran penjualan di sejumlah wilayah, sembari memperluas lini smartphone Nokia. HMD Global turut menyebut rencananya ini membutuhkan dana yang tidak sedikit.

Di antara sejumlah investor baru yang mendukung rencana HMD Global ini termasuk anak perusahaan Foxconn yaitu FIH Mobile, merupakan perusahaan yang merakit ponsel Nokia. Investor baru HMD Global adalah DMJ Asia Investment Opportunity.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.