Tak Patuhi Pemerintah Brazil, Facebook Didenda Rp400 Miliar

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Minggu, 08 Apr 2018 12:32 WIB
media sosialfacebook
Tak Patuhi Pemerintah Brazil, Facebook Didenda Rp400 Miliar
Facebook kena denda karena dianggap tidak mematuhi peraturan dari pemerintah Brazil.

Jakarta: Facebook memiliki hubungan yang kurang baik dengan pemerintah Brazil. Aplikasi messaging mereka, WhatsApp, pernah diblokir beberapa kali oleh pemerintah Brazil karena tidak mematuhi perintah mereka.

Dua tahun lalu, pengadilan di Brazil membekukan dana Facebook sebesar USD6 juta (Rp82,6 miliar) karena mereka menolak untuk memberikan data terkait penyelidikan kriminal mengenai penyelundupan narkoba. 

Tampaknya, perusahaan media sosial raksasa itu masih enggan untuk bekerja sama dengan pemerintah Brazil.

Menurut laporan Engadget, seorang hakim baru saja memutuskan bahwa Facebook harus membayar denda sebesar BRL111,7 juta (Rp456,7 miliar) karena mereka tidak memberikan pesan-pesan terkait investigasi penipuan terkait sistem kesehatan. 

Kasus ini dimulai sejak 2016. Ketika itu, pemerintah menyelidiki kasus korupsi di provinsi Amazonas, Brazil. Mereka meminta Facebook memberikan pesan WhatsApp yang dikirimkan oleh orang-orang yang diduga melakukan penipuan dalam sistem kesehatan. 

Pada awalnya, denda yang dikenakan oleh Facebook hanyalah satu juta reals (Rp4,1 miliar). Namun, denda itu terus bertambah berikut bunga seiring dengan keengganan Facebook untuk mematuhi permintaan pemerintah sejak Juni 2016 hingga penyelidikan itu diumumkan ke masyarakat luas pada September. 

"Facebook bekerja sama dengan badan penegak hukum. Dalam kasus ini, kami telah memberikan data sesuai dengan hukum yang berlaku," kata Facebook dalam pernyataan resmi.

"Kami tahu bahwa denda ini tidak memiliki dasar yang kuat dan akan mencoba semua langkah hukum yang bisa kami ambil."


(MMI)

Oppo F7, Kamera Bagus Berkat Kecerdasan Buatan
Review Smartphone

Oppo F7, Kamera Bagus Berkat Kecerdasan Buatan

1 day Ago

Oppo menghadirkan pengalaman menggunakan kamera dan hasil foto yang baik dan menyenangkan, berk…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.