Departemen Hukum AS Tuntut California Soal Netralitas Internet

Lufthi Anggraeni    •    Rabu, 03 Oct 2018 09:38 WIB
teknologi
Departemen Hukum AS Tuntut California Soal Netralitas Internet
Departemen Hukum Amerika Serikat menuntut negara bagian California terkait dengan netralitas internet.

Jakarta: Departemen hukum Amerika Serikat menuntut negara bagian California, beberapa jam setelah Gubernur California, Jerry Brown, menandatangani legislasi untuk mengembalikan perlindungan internet, atau dikenal masyarakat sebagai netralitas internet.

The Guardian melaporkan bahwa departemen hukum menyebut institusinya akan memperkarakan California ke pengadilan yang mengganjar pemerintah federal memiliki kekuasaan eksklusif untuk meregulasi netralitas internet.

Jaksa umum Amerika Serikat Jeff Sessions menyebut bahwa negara bagian tersebut tidak mengatur perdagangan antar negara atau pemerintah federal, setelah California menjadi negara bagian terbesar yang menetapkan peraturan tersendiri.

Peraturan tersebut mengharuskan penyedia jaringan seluler untuk memperlakukan seluruh lalu lintas situs sama. Pengacara netralitas internet mengaku khawatir bahwa tanpa peraturan tersebut, penyedia layanan internet dapat menciptakan jalur cepat dan jalur lambat, guna mendukung situs dan aplikasi mereka.

Selain itu, peraturan ini juga dinilai dapat dimanfaatkan untuk mempersulit konsumen untuk melihat konten dari kompetitor.

Perusahaan telekomunikasi disebut melakukan persuasi secara sungguh-sungguh untuk menonaktifkan hukum baru California ini, atau setidaknya meringankannya.

Perusahaan telekomunikasi ini disebut akan berdampak internet lebih tinggi dan tagihan seluler serta mendorong investasi pada jaringan internet lebih cepat.

Perusahaan tersebut berpendapat bahwa kurang realistik untuk mengharapkan mereka mematuhi regulasi internet yang berbeda pada masing-masing negara bagian.

Sebelumnya, pemerintahan Donald Trump mencabut peraturan netralitas internet dari era Obama pada bulan Desember 2017 lalu.

Penghapusan netralitas internet yang dilakukan Komisi Komunikasi Federal (FCC) dapat memberikan dampak besar pada internet, karena memberikan kekuatan ekstra pada perusahaan telekomunikasi terkait apa yang pengguna internet lihat dan lakukan.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.