Smartphone Baterai Besar Jadi Favorit, Apa Pentingnya?

Cahyandaru Kuncorojati    •    Minggu, 05 Aug 2018 16:02 WIB
asusxiaomi
Smartphone Baterai Besar Jadi Favorit, Apa Pentingnya?
Ilustrasi.

Jakarta: Segmen smartphone dengan baterai besar sangat memiliki penggemar yang cukup banyak, khususnya di Indonesia. Salah satu alasannya adalah konsumen tidak ingin lepas dan ponsel, dengan kata lain tidak repot untuk mengisi ulang baterai lebih dari satu kali sehari. 

Salah satu faktor pendukung berikutnya yang membuat ponsel berbaterai jumbo laku di pasaran adalah tren mobile gaming yang terus meluas. Dengan demikian, konsumen yang suka bermain game pastinya akan melihat daya baterainya ketika memilih smartphone.

Ponsel pintar dengan kapasitas baterai 3.000-3.500 mAh adalah hal yang biasa. Untuk mereka yang menyukai baterai besar, akan langsung berminat dengan ponsel yang punya daya 4.000-4.500 mAh. Biasanya, baterai dengan daya segitu membuat ponsel tidak perlu diisi ulang lebih dari satu hari. 

Smartphone yang mengutamakan kapasitas baterai juga biasanya dibanderol lebih murah. Di sisi lain, konsumen juga tidak boleh lupa bahwa prosesor tetap menentukan efisiensi daya dari sebuah baterai. Semakin efisien prosesor, maka konsumsi daya juga akan semakin irit, termasuk saat bermain game. 

Misalnya, ASUS ZenFone Max Pro M1 adalah salah satu ponsel teranyar yang kini hadir dengan varian kapasitas RAM 4GB dan memori internal 64GB. Ditambah dengan kapasitas 5.000 mAh, ponsel ini sangat cukup memainkan game dengan file yang besar sekalipun.



ASUS ZenFone Max Pro M1 hadir dengan layar lega 5,6 inci desain rasio 18:9 dan beresolusi 1080 x 2160 piksel, mengandalkan prosesor Qualcomm Snapdragon 636. Bagi Anda yang belum mengetahuinya, ini adalah prosesor kelas menengah terbaru dari Qualcomm, yang menjamin efisiensi daya lebih baik saat berduet dengan kapasitas baterai besar.

Dari sisi performanya, Medcom.id telah menguji kemampuan ASUS ZenFone Max Pro M1 6GB/64GB lewat software yang menguji kemampuan multitasking serta pengolahan grafis. Tercatat bahwa ASUS ZenFone Max Pro M1 masih lebih unggul dengan smartphone kompetitor di kelas yang sama.



Pengujian PCMark Work menentukan kemampuan multitasking sebuah smartphone. Semakin tinggi, semakin baik. Penialain juga termasuk kemampuan mengolah grafis lewat pengujian 3DMark Slingshot Extreme, dan ASUS ZenFone Max Pro M1 mampu mencatatkan skor lebih tinggi.

Kedua smartphone akhir diuji untuk memainkan game PUBG Mobile, yang dikenal memiliki konfigurasi kualitas grafis cukup lengkap. Pada kali pertama memasang game ini, secara otomatis game akan memilihkan tingkat kualitas grafis yang sesuai dengan spesifikasi smartphone.



ASUS ZenFone Max Pro M1 4GB/64GB masih mendapatkan optimalisasi kualitas grafis di tingkat medium,  sementara kompetitor di tingkat low. ASUS ZenFone Max Pro M1 4GB/64GB bisa menjalankan PUBG Mobile pada pengaturan medium lebih dari 30fps. Ini menunjukkan bahwa ponsel tersebut memiliki performa yang leih baik untuk bermain game, seperti ketika diuji dengan software benchmark.

Tercatat dalam ASUS ZenFone Max Pro M1 dalam durasi permainan selama 30 menit, baterainya berkurang 2 persen setiap 10 menit. Sementara smartphone kompetitor berkurang sebanyak 3 persen setiap durasi 10 menit.



Sama seperti seri sebelumnya, ASUS ZenFone Max Pro M1 4GB/64GB membawa kapasitas baterai 5.000 mAh. Dalam pengujian baterai menggunakan software PCMark Battery, ASUS ZenFone Max Pro M1 mampu bertahan 4 jam lebih lama. Ini berarti software bawaan sudah cukup optimal, dan bisa lebih optimal lagi seiring dengan pembaruan via OTA.

Dari sisi harga, ASUS ZenFone Max Pro M1 jauh lebih terjangkau yakni Rp2,8 juta. Padahal ASUS ZenFone Max Pro M1 sudah menawarkan RAM 4GB dan memori internal 64GB. Sementara kompetitornya dibanderol Rp3 juta untuk kapasitas yang sama.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.