WhatsApp Akhirnya Punya Model Bisnis, Seperti Apa?

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 06 Sep 2017 10:56 WIB
whatsapp
WhatsApp Akhirnya Punya Model Bisnis, Seperti Apa?
WhatsApp tengah kembangkan fitur bisnis.

Metrotvnews.com: WhatsApp tidak ingin hanya menjadi alat komunikasi bagi pelaku bisnis. Mereka serius ketika mereka mengatakan bahwa mereka ingin menawarkan fitur lebih banyak pada perusahaan.

Perusahaan di bawah Facebook itu kini menguji alat yang memungkinkan perusahaan untuk mengirimkan notifikasi akan acara/kejadian penting via chat. Misalnya, jika sebuah penerbangan tertunda, pihak maskapai akan dapat memberikan notifikasi tentang jadwal penerbangan baru pada penumpangnya melalui pesan WhatsApp. Notifikasi ini akan datang dari akun yang terverifikasi. Dengan begitu, pengguna bisa tahu bahwa pesan itu datang dari sumber terpercaya dan bukannya berasal dari penipu, lapor Engadget

Namun, kemungkinan, fitur ini tidak akan tersedia secara gratis. Memang, WhatsApp kini tengah mengembangkan solusi WhatsApp Business yang bisa digunakan gratis oleh perusahaan kecil dan menengah, tapi mereka juga menyediakan "solusi enterprise" yang berbayar untuk perusahaan besar. Itu artinya, hanya perusahaan besar saja yang akan diharuskan untuk membayar jika ingin menggunakan fitur baru untuk bisnis dari WhatsApp ini. 

Facebook Messenger memang mendominasi di negara-negara di Amerika Utara, tapi WhatsApp juga memiliki pasar tersendiri, seperti India. Di negara-negara tempat WhatsApp mendominasi, layanan messaging tersebut telah digunakan oleh pelaku bisnis untuk berkomunikasi dengan pelanggan. Karena itulah, sebelum ini, WhatsApp juga sudah mulai menguji fitur akun terverifikasi untuk pelaku bisnis

Jika WhatsApp memberikan sistem notifikasi pada para pelaku bisnis yang tidak terlalu besar tersebut, mereka akan dapat memiliki akses pada sistem notifikasi yang biasanya hanya dimiliki oleh perusahaan besar. Pada saat yang sama, hal ini bisa mendorong perusahaan besar untuk memberikan notifikasi yang lebih mudah diakses daripada email.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.